Waspadai Dampak Deflasi, Evaluasi Proyek yang Mengganggu Keuangan Negara

oleh -705 Dilihat
Dosen Departemen Ekonomika dan Bisnis dari Fakultas Sekolah Vokasi, Yudistira Hendra Permana PhD.(Foto: dok UGM)

JOGJA, bisnisjogja.id – Deflasi terjadi selama lima bulan sejak Mei-September 2024. Daya beli masyarakat secara nyata juga memperlihatkan penurunan. Para penjual dagangan eceran merasakan adanya penurun daya beli yang cukup siginifikan.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan Indeks Harga Konsumen (IHK) pada September 2024 turun atau mencatat deflasi sebesar 0,12 persen secara bulanan atau month to month (mtm). Angka deflasi makin dalam dibandingkan kondisi Agustus 2024 sebesar 0,03 persen.

”Kondisi deflasi diprediksi akan terus berlanjut hingga akhir tahun. Pemerintah perlu menelaah lebih lanjut faktor penyebab dan mengetahui efek jangka pendek hingga panjang,” papar Dosen Departemen Ekonomika dan Bisnis dari Fakultas Sekolah Vokasi, Yudistira Hendra Permana PhD.

Lebih Murah

Ia menjelaskan deflasi hanya dipahami harga barang dan jasa lebih murah daripada sebelumnya dan konsumen diuntungkan. Padahal, deflasi mengindikasi daya beli masyarakat yang menurun dan produsen terpaksa menurunkan harga jual.

”Hal-hal tersebut diperparah dengan penurunan penerimaan pajak karena penurunan aktivitas ekonomi, termasuk adanya risiko pengangguran,” ujar Yudistira.

Menurutnya kelompok masyarakat yang terkena dampak dari kondisi deflasi yakni para petani, nelayan dan pelaku UMKM. Mereka yang berada pada segmen kebutuhan pokok lebih merasakan dampaknya.

Pajak Turun

Yudistira menilai ketika situasi ini tidak terkendali, penerimaan pajak jelas akan turun karena aktivitas dan daya beli masyarakat menurun. Terlebih, gelombang PHK akhir-akhir terus terjadi.

Pada bidang kebijakan moneter dan fiskal, ia menyarankan pemerintah untuk mengevaluasi beberapa proyek yang menurutnya salah langkah sehingga hanya sia-sia belaka dan berdampak pada pendanaan negara yang tidak bermanfaat.

”Pemerintah seharusnya bisa memilih dan memilah mana proyek yang tidak mengganggu kestabilan ekonomi,” ujar Ketua Prodi Manajemen dan Penilaian Properti, Fakultas Sekolah Vokasi UGM tersebut.

Deflasi yang terjadi secara berkepanjangan,berisiko pada krisis ekonomi. Lambat laun harga bahan pokok pangan akan kian mahal sedangkan kemampuan konsumen untuk membeli sangat rendah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.