JOGJA, bisnisjogja.id – Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM) resmi memulai pembangunan Wisma Seturan dengan peletakan pondasi pertama pekan lalu. Pembangunan wisma untuk menyediakan hunian yang layak dan terjangkau bagi dosen, khususnya dosen baru.
Wisma Seturan dibangun di atas lahan seluas 5.886 meter persegi dan dirancang sebagai kawasan multifungsi. Selain unit hunian, kawasan ini juga akan dilengkapi ruang terbuka serta ruko di bagian depan yang disewakan untuk menunjang operasional wisma.
Dekan Fakultas Teknik UGM, Prof Selo menjelaskan bahwa lahan pembangunan wisma merupakan aset lama fakultas yang dibeli pada akhir 1970an melalui dana alumni.
”Uang yang dikumpulkan dari para alumni dibelikan tanah yang waktu itu memang direncanakan untuk fasilitas hunian bagi dosen,” ujarnya.
Terus Meningkat
Menurut Selo, kebutuhan hunian bagi dosen baru terus meningkat seiring dengan penerimaan dosen setiap tahun. Fakultas Teknik UGM rata-rata menerima 15 hingga 25 dosen baru per tahun, dengan 18 dosen diterima pada tahun ini.
”Kalau ada fasilitas rumah yang bisa kita sediakan, itu akan amat membantu sekali,” tegasnya.
Ia menambahkan, konsep wisma dirancang agar berkelanjutan secara finansial. Ruko yang disewakan diharapkan dapat menekan biaya operasional sehingga beban penghuni menjadi lebih ringan.
”Konsep ini memungkinkan wisma tidak hanya berfungsi sebagai hunian, tetapi juga mandiri secara ekonomi,” jelas Selo.
Menurutnya, Wisma Seturan juga dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa asing sebagai bagian dari upaya internasionalisasi Fakultas Teknik UGM.
Pembangunan wisma berlangsung secara bertahap dengan dukungan pendanaan dari para alumni. Tanah dibeli oleh alumni, dan pembangunannya pun melalui kolaborasi dengan alumni.





