Catatan masukan kebijakan ekonomi untuk calon wali kota dan wakil wali kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo dan Wawan Harmawan
KOTA Yogyakarta memiliki potensi besar sebagai kota berbasis jasa. Posisi strategis sebagai pusat pendidikan, kebudayaan, dan pariwisata telah memberikan fondasi kuat bagi sektor jasa, terutama di bidang perhotelan, transportasi, kuliner, dan pariwisata.
Namun, agar Kota Yogyakarta dapat berkembang lebih optimal sebagai city of services, kebijakan yang fokus pada peningkatan infrastruktur, kualitas sumber daya manusia (SDM), serta kemudahan berbisnis perlu diperkuat.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) DIY, sektor jasa berkontribusi signifikan terhadap PDRB Yogyakarta. Pada tahun 2023, sektor jasa memberikan kontribusi sekitar 68,7 persen terhadap PDRB DIY, dengan sektor-sektor utama seperti perdagangan, akomodasi, dan transportasi menjadi penopang utama.
Selain itu, pertumbuhan sektor jasa di DIY mencapai 5,3 persen pada tahun yang sama, lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata nasional sebesar 4,9 persen. Hal ini menunjukkan bahwa Yogyakarta memiliki potensi besar dalam mengembangkan ekonominya berbasis jasa.
Kebijakan Strategis
Pertama, peningkatan kualitas infrastruktur penunjang jasa. Pengembangan sektor jasa harus didukung oleh infrastruktur fisik dan digital yang memadai. Infrastruktur transportasi yang baik, seperti peningkatan kualitas jalan dan pengembangan jaringan transportasi publik yang efisien, sangat penting untuk mendukung aktivitas bisnis dan mobilitas masyarakat.
Selain itu, infrastruktur digital, terutama akses internet yang cepat dan merata, perlu diperluas. Dengan penetrasi internet mencapai 85 persen pada 2023, perlu ada kebijakan yang mendorong peningkatan infrastruktur digital agar layanan jasa dapat lebih mudah diakses dan efisien.
Kedua, penguatan ekosistem industri kreatif. Yogyakarta dikenal sebagai pusat seni dan budaya, yang bisa menjadi pendorong pengembangan industri kreatif sebagai bagian dari sektor jasa. Industri kreatif seperti desain grafis, film, musik, dan kerajinan tangan memiliki peluang besar untuk tumbuh dengan didukung kebijakan yang proaktif.
Pemerintah perlu mendorong ekosistem yang mendukung industri kreatif dengan memperbanyak ruang kreatif publik, memberikan dukungan pendanaan untuk startup di sektor kreatif, serta meningkatkan akses pasar melalui promosi digital dan partisipasi dalam pameran internasional.
SDM dan Jasa
Masukan ketiga, peningkatan SDM dalam industri jasa. Salah satu tantangan utama pengembangan sektor jasa yakni peningkatan kualitas SDM. Data BPS DIY menunjukkan bahwa tingkat pengangguran terbuka di DIY pada Agustus 2023 berada di angka 3,52 persen.
Peningkatan kualitas tenaga kerja di sektor jasa, khususnya bidang hospitality, transportasi, dan layanan publik, sangat perlu untuk memastikan Yogyakarta dapat bersaing sebagai kota jasa yang berkualitas.
Pelatihan dalam bahasa asing, keterampilan digital, dan standar pelayanan internasional harus diprioritaskan oleh pemerintah kota, bekerja sama dengan perguruan tinggi dan dunia usaha.
Keempat, kemudahan berusaha bagi pelaku usaha jasa. Guna menarik investasi di sektor jasa, pemerintah kota perlu menciptakan lingkungan bisnis yang ramah dan kompetitif. Menurut laporan Ease of Doing Business (EoDB) dari Bank Dunia, regulasi yang jelas dan mudah diakses akan meningkatkan minat investor.
Reformasi birokrasi dalam proses perizinan usaha dan penyederhanaan regulasi menjadi langkah kunci dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif. Selain itu, pemerintah perlu memberikan insentif bagi usaha kecil dan menengah (UMKM) di sektor jasa untuk meningkatkan daya saing mereka, termasuk akses pembiayaan yang lebih mudah dan pelatihan manajemen bisnis.
Jasa Terpadu
Masukan berikutnya, kelima yakni promosi Kota Yogyakarta sebagai destinasi jasa terpadu. Salah satu langkah penting untuk mendukung pengembangan Kota Yogyakarta sebagai kota jasa adalah promosi yang intensif, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Pemerintah kota dapat berkolaborasi dengan pelaku usaha dan organisasi pariwisata untuk memperkenalkan Yogyakarta sebagai pusat jasa yang unggul, tidak hanya di sektor pariwisata tetapi juga di sektor pendidikan, kesehatan, dan layanan kreatif.
Promosi digital melalui kampanye media sosial, pameran dagang internasional, dan partisipasi dalam forum global akan meningkatkan daya tarik Yogyakarta sebagai destinasi jasa yang komprehensif.
Berikutnya, keenam yakni penguatan layanan publik berbasis teknologi. Pengembangan sektor jasa di Yogyakarta harus selaras dengan penerapan layanan publik yang berbasis teknologi. Digitalisasi layanan pemerintahan, termasuk dalam hal perizinan, perpajakan, dan administrasi umum, dapat mempercepat pelayanan dan meningkatkan transparansi.
Dengan demikian, Yogyakarta akan semakin dikenal sebagai kota yang modern, efisien, dan ramah terhadap pelaku usaha jasa. Selain itu, integrasi layanan publik dengan aplikasi digital yang mudah diakses oleh masyarakat dan pelaku bisnis akan memberikan nilai tambah bagi Kota Yogyakarta dalam meningkatkan kualitas layanan jasa.
Arahkan Kebijakan
Pemimpin kota Yogyakarta perlu mengarahkan kebijakan ekonomi pada pengembangan livable smart city yang didukung oleh reformasi birokrasi berkelas dunia dan new public management yang pro dunia usaha,
Kota Yogyakarta dapat menjadi pusat inovasi dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Transformasi birokrasi yang lebih responsif, efisien, dan proaktif akan meningkatkan daya saing industri jasa dan pariwisata, sekaligus menciptakan lingkungan yang kondusif bagi investasi dan kesejahteraan masyarakat.
Dengan kebijakan yang berfokus pada peningkatan infrastruktur, kualitas SDM, serta kemudahan berusaha, Kota Yogyakarta dapat berkembang menjadi kota jasa yang kompetitif dan berkelanjutan.
Penguatan ekosistem industri kreatif, digitalisasi layanan publik, serta promosi yang lebih luas akan memastikan bahwa Yogyakarta tidak hanya menjadi pusat wisata budaya, tetapi juga pusat layanan jasa yang unggul di tingkat nasional dan internasional.
- Penulis, Timothy Apriyanto, Pengamat Ekonomi dan Sosial





