JOGJA, bisnisjogja.id – Pemerintah bakal mengintegrasikan tambang dan pertanian, terutama peternakan sapi. Sebagian lahan tambang untuk kegiatan peternakan.
Asisten Deputi Pengembangan Mineral dan Batubara, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Hery Permana mengungkapkan itu saat di Fakultas Peternakan UGM.
Ia bersama Yulan Kustiyan dari PT Antam Tbk melakukan kunjungan ke kampus dan lokasi kendang ternak UGM.
”Kami terus mengoptimalkan koordinasi dengan berbagai stakeholder termasuk BUMN untuk mendukung program pemerintah terkait ketahanan energi dan pangan,” tandas Hery.
Menurutnya sebagian lahan tambang bisa dimanfaatkan untuk peternakan. Apalagi saat ini ada sekitar 4.000 izin usaha tambang.
Penyalahgunaan Lahan
Ia mengakui adanya temuan penyalahgunaan lahan pertambangan. Dampaknya tidak saja kerugian sektor ekonomi namun juga lingkungan.
”Dengan menggandeng sektor peternakan, kami yakin dapat mengurangi dampak kerusakan lingkungan di bekas area tambang,” imbuhnya.
Divison Head of CSR and External Relations PT Antam Tbk, Yulan Kustiyan, menambahkan untuk jenis ternak yang dikembangkan memungkinkan selain sapi.
Dekan Fapet, Prof Budi Guntoro, menyambut baik peluang kolaborasi tersebut. Kegiatan ini sejalan dengan fokus pemerintah menuju ketahanan pangan.





