JOGJA, bisnisjogja.id – Pertanyaan mendasar, apakah terdapat korelasi atau hubungan antara seni budaya dengan dengan bisnis?
Dalam kepustakaan, seni merupakan hasil olah ide dan gagasan yang dituangkan melalui kreativitas, keterampilan dan wujudnya menghasilkan sesuatu yang indah dan berguna untuk kehidupan manusia.
Bisnis, merupakan kegiatan yang mengolah suatu ide dengan wujud nilai, barang maupun jasa yang hasilnya memperoleh keuntungan melalui transaksi dan memperoleh keuntungan.
Berdasarkan penjelasan konsep seni budaya dan bisnis ada beberapa kesamaan khususnya dalam hal, ide dan gagasan, kreativitas/ inovasi dan perwujudan serta hasil atau output.
Sumber Inspirasi
Apakah dalam berbisnis ada seni? Dalam berbisnis ada seninya, sebab memerlukan konsep, kreativitas, inovasi, kecintaan, keindahan dan penjiwaan.
Hasilnyapun digunakan, dinikmati, dihayati oleh orang lain, dan juga menghasilkan finansial antara seni budaya dan bisnis. Sekali lagi, seni budaya dan bisnis memiliki hubungan yang erat dan saling menguntungkan.

”Seni budaya dapat menjadi sumber inspirasi dan daya tarik bagi bisnis, sementara bisnis dapat memberikan dukungan dan kesempatan bagi pengembangan seni budaya,” ungkap Robby Kusumaharta.
Pernyataan Robby tersebut disampaikan pada saat acara ”Membaca Karya Emha & Doa Ambal Warsa Cak Nun 72 Tahun” di Parkir Barat JEC Yogyakarta, Minggu (25/05/26).
Robby menjelaskan seni budaya juga dapat menjadi bagian dari strategi pemasaran dan branding bisnis. Seni budaya dapat membangun citra positif dan daya tarik bagi bisnis.
Sebagai contoh, restoran yang menggunakan seni dekorasi atau menu lokal dapat menarik lebih banyak pelanggan yang tertarik budaya lokal tersebut.
Korelasi
Beberapa industri seperti industri fesyen, pariwisata,makanan dan minuman serta industri kreatif merupakan contoh yang menunjukkan korelasi antara seni budaya dan bisnis.
”Sinergi kolaborasi antara seni dan bisnis dapat menghasilkan produk atau layanan yang unik, memiliki nilai tambah,” jelas Robby yang juga salah satu penggerak industri fesyen dan kreatif di DIY.
Karena itu, memberikan kesempatan kepada seniman dan budayawan DIY untuk memanfaatkan fasilitas yang ada di JEC.
Acara ”Membaca Karya Emha & Doa Ambal Warsa Cak Nun 72 Tahun” digelar Koseta (Koperasi Seniman dan Budayawan Yogyakarta) dengan dukungan Manajemen JEC Yogyakarta.
Sejumlah seniman, budayawan dan guru besar hadir dalam acara tersebut. Puisi karya Emha Ainun Najib dibacakan oleh guru besar yaitu Panut Mulyono (Guru Besar UGM), Fathul Wahid (Rektor UII), Aprinus Salam (Guru Besar UGM) dan Yudiaryani (Guru besar ISI).
Seniman dan budayawan yang tampil antara lain Yati Pesek, Yani Saptohoedojo, Mustofa W Hasyim, Hamdy Salad, Aning Ayu Kusumawati, Evi Idawati dan Tazbir Abndullah.





