JOGJA, bisnisjogja.id – Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti Aula TMP Kusumanegara saat Ikatan Keluarga Pahlawan Nasional Indonesia (IKPNI) Korwil Yogyakarta menggelar acara Syawalan sekaligus pelepasan purna tugas Kepala Dinas Sosial DIY, Endang Patmintarsih.
Hubungan profesional yang selama ini terjalin kini telah bertransformasi menjadi ikatan batin yang kuat antara pemerintah dan keluarga para pejuang bangsa.
Acara dihadiri tokoh-tokoh representatif keturunan lebih dari 20 pahlawan nasional, mulai dari keluarga Jenderal Sudirman, Pangeran Diponegoro, hingga Ki Hajar Dewantara. Kehadiran para waris nilai perjuangan menjadi bukti nyata apresiasi terhadap kepemimpinan Endang Patmintarsih yang akan memasuki masa purna tugas per 1 Mei 2026 mendatang.
Ketua Korwil IKPNI DIY, GBPH Prabukusumo, dalam sambutannya memberikan pujian tinggi atas integritas dan ketulusan sang Kadinsos. Ia menyebut Endang sebagai sosok ibu yang selalu hadir dalam setiap kegiatan sosial dan kepahlawanan, serta menjadi teladan bagi birokrasi masa kini.
Kinerja Zero Korupsi
“IKPNI DIY beruntung memiliki mitra Ibu Endang. Beliau pribadi yang tulus dengan kinerja zero korupsi. Kehadirannya sangat dirasakan, bahkan beliau sudah dianggap seperti ibu bagi kita semua,” ujar Gusti Prabu dengan penuh kekaguman.
Endang Patmintarsih dikenal sebagai pemimpin yang demokratis dan kerap turun ke lapangan untuk memastikan layanan sosial menyentuh masyarakat bawah.
Salah satu warisan nyatanya adalah transformasi TMP Kusumanegara yang kini dilengkapi mini theater film perjuangan guna menginspirasi Generasi Z agar tetap menghargai sejarah.
“Saya bekerja dengan berupaya meneladani jiwa kejuangan para pahlawan. Alhamdulillah jika apa yang saya lakukan selama ini dapat diterima dan membawa manfaat bagi masyarakat luas,” ungkap Endang merespons apresiasi tersebut dengan rendah hati.
Pentingnya Menjaga Silaturahmi
Nuansa spiritual juga hadir melalui hikmah syawalan yang disampaikan oleh Munichy B. Edrees. Mantan Ketua Umum Arsitek Indonesia ini menekankan pentingnya menjaga silaturahmi dan mengamalkan nilai-nilai kitab suci secara nyata dalam perbuatan, sebagaimana yang dicontohkan oleh tokoh bangsa KHA Dahlan.
Puncak acara ditandai dengan penyerahan cendera mata istimewa berupa puisi dan lukisan wajah Endang karya perupa Muji Harjo.
Penyerahan menjadi simbol penghormatan terdalam dari keluarga pahlawan. Dengan wajah haru, Endang membalas pemberian tersebut dengan membacakan sebuah puisi yang menyentuh hati para tamu undangan.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ahmad Djam’an. Doa dipanjatkan bagi kemaslahatan bangsa serta memohon kekuatan bagi keluarga pahlawan agar tetap konsisten meneruskan api perjuangan para leluhur di masa depan.





