JOGJA, bisnisjogja.id – Berbagai bahan alami di sekitar kita dapat dimanfaatkan menjadi produk tertentu. Sayangnya, belum banyak yang memanfaatkan bahan-bahan alami tersebut.
Karena itu, Tim dosen dari Fakultas Teknobiologi dan Fakultas Bisnis dan Ekonomika Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) melakukan pengabdian kepada masyarakat yang berdampak nyata di wilayah Baciro, Yogyakarta.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Hibah Pengabdian kepada Masyarakat yang didanai oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM).
Dengan mengusung judul ”Pemberdayaan Ibu-Ibu Rumah Tangga di Wilayah Baciro melalui Inovasi Pangan dan Produk Perawatan Kulit Berbasis Alam untuk Peningkatan Kesehatan, Status Gizi, dan Perekonomian Rumah Tangga”.
Ketua tim, Brigitta Laksmi Paramita MSc (FTB), bersama anggota Dr Nelsiani To’Bungan (FTB), dan Agatha Mayasari MSc (FBE).
Kecuali itu, juga melibatkan mahasiswa dari FTB dan FBE, yaitu Vanesa Risna Sabatania, Jevon Fausto Gunawan, dan Bernadeta Dian Fajar Novitaningrum untuk mendampingi pelaksanaan kegiatan.
Pertemuan Intensif
”Kegiatan kami lakukan dalam delapan sesi pertemuan intensif sejak bulan Juli hingga September 2025 yang diikuti ibu-ibu rumah tangga di wilayah Baciro sebanyak 40 orang,” ungkap Brigitta.
Ia menjelaskan, bentuk kegiatan meliputi pelatihan pembuatan mi kering berbahan dasar ikan lele, pembuatan masker wajah berbahan bunga mawar.
Ada pula pelatihan desain promosi menggunakan Canva untuk membuat poster dan sticker produk, serta penyusunan rencana usaha sederhana dan pemasaran digital melalui media sosial.

Yang membuat kegiatan ini semakin berdampak, adanya bantuan alat produksi yang diberikan kepada mitra. Pertama, food dehydrator yang digunakan untuk mengeringkan mie dan bunga mawar dengan suhu terkontrol, menjaga kualitas dan memperpanjang umur simpan produk.
Kedua, noodle maker yang digunakan untuk memudahkan pencetakan mie dengan hasil yang seragam dan efisien. Ketiga, hand blender yang digunakan untuk proses pencampuran bahan kosmetik alami agar menghasilkan tekstur yang halus dan homogen.
Adanya bantuan alat tersebut menjadi solusi konkret atas keterbatasan produksi yang sebelumnya dihadapi oleh mitra.
Dengan dukungan teknologi sederhana namun tepat guna, ibu-ibu rumah tangga kini mampu menghasilkan produk yang sehat, bernilai jual, dan berpotensi dikembangkan menjadi usaha mikro berbasis rumah tangga.
Dampak Nyata
Brigitta mengatakan, pengabdian selaras dengan berbagai indikator pembangunan nasional, seperti SDGs (pengentasan kemiskinan, kesehatan, dan kesetaraan gender), IKU perguruan tinggi (hasil kerja dosen digunakan masyarakat dan mahasiswa belajar di luar kampus), serta Asta Cita (penguatan SDM dan kewirausahaan rakyat).
Dengan terlaksananya kegiatan pengabdian, terlihat dampak nyata dalam peningkatan kapasitas ibu-ibu rumah tangga di Baciro.
”Pengetahuan peserta mengenai gizi keluarga dan perawatan kulit alami meningkat secara signifikan, sebagaimana ditunjukkan melalui hasil evaluasi yang terukur,” jelasnya.
Selain itu, juga menghasilkan prototipe produk berupa mi kering ikan lele dan masker jelly-mawar, akun media sosial aktif untuk promosi, serta rencana usaha sederhana yang siap dijalankan oleh peserta.
Pelatihan desain promosi menggunakan Canva memberikan hasil nyata berupa poster dan stiker produk yang mendukung strategi pemasaran digital secara mandiri.
Atas capaian tersebut, tim pengabdian berkomitmen untuk terus melakukan pendampingan pasca kegiatan guna memastikan keberlanjutan dan pengembangan dampak yang telah dihasilkan.







