Bajaj RE Maxride, Kendaraan Alternatif untuk Semua Lapisan Masyarakat

oleh -139 Dilihat
ALTERNATIF: Kendaraan roda tiga, Bajaj RE menjadi angkutan alternatif untuk barang dan penumpang.(Foto: Y Sri Susilo)

 

  • ”Bajaj menjadi solusi yang sangat relevan bagi UMKM, khususnya pengiriman barang secara instan. Dengan kapasitas angkut yang besar hingga kurang lebih 300 kilogram, UMKM dapat mengirimkan produk dalam jumlah banyak dengan biaya yang tergolong sangat murah,” papar Ketua Komisi B DPRD Kota Yogyakarta yang juga penggiat UMKM, Muhamad Sofyan ST.

 

JOGJA, bisnisjogja.id – Bajaj RE Maxride kembali menunjukkan kualitas dan ketangguhan produknya melalui pengujian performa di sejumlah jalur menanjak ikonik di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dengan karakter wilayah yang memiliki kontur berbukit seperti kawasan Kaliurang, Gunung Kidul, hingga perbukitan di area utara Jogja, kendaraan membutuhkan tenaga dan stabilitas ekstra agar mampu melintas dengan aman dan nyaman.

Melalui uji performa, Bajaj RE 200cc terbukti mampu menaklukkan jalur-jalur menanjak tersebut dengan performa yang stabil dan konsisten.

Didukung mesin 200 cc yang bertenaga dan responsif, Bajaj RE dirancang untuk menghadapi berbagai kondisi jalan, mulai dari tanjakan curam khas jalur wisata Gunung Kidul hingga rute panjang menuju kawasan Kaliurang yang membutuhkan tenaga berkelanjutan.

Dalam pengujian di jalur menanjak Kaliurang yang dikenal memiliki elevasi dan tikungan cukup menantang, Bajaj RE mampu melaju dengan mulus tanpa kehilangan tenaga, saat membawa penumpang maupun mengangkut barang.

Ramah Lingkungan

Tidak hanya unggul dari sisi tenaga, Bajaj RE juga dibekali teknologi mesin Euro 4 yang membuat performanya lebih halus, minim getaran, tidak bising, hemat bahan bakar, serta lebih ramah lingkungan.

Hal ini menjadikan Bajaj RE nyaman digunakan di kawasan pemukiman, destinasi wisata, hingga area perkotaan yang membutuhkan kendaraan dengan tingkat kebisingan rendah dan emisi yang lebih bersih.

Lebih dari sekadar moda transportasi, Bajaj RE hadir sebagai kendaraan alternatif dengan ribuan solusi bagi masyarakat Yogyakarta. Dengan kapasitas angkut satu pengemudi dan tiga penumpang, Bajaj berkontribusi dalam mengurangi jumlah kendaraan pribadi di jalan, sehingga berpotensi membantu menekan tingkat kemacetan.

Di sisi lain, fleksibilitas dan efisiensi biaya menjadikan Bajaj RE sebagai pilihan strategis bagi pelaku UMKM, sektor pariwisata, hingga kebutuhan mobilitas harian masyarakat.

Untuk kebutuhan logistik dan usaha, Bajaj RE juga terbukti andal sebagai kendaraan angkut barang. Dengan bagasi belakang yang luas, kendaraan ini mampu membawa beban hingga 300 kilogram dalam satu kali pengiriman.

Kondisi itu menjadikannya solusi efektif bagi UMKM Jogja untuk layanan instant delivery, distribusi produk, hingga operasional usaha dengan biaya yang sangat terjangkau.

Dampak Sosial

Kehadiran Bajaj Maxride di Yogyakarta juga memberikan dampak sosial yang signifikan. Selain membantu mobilitas masyarakat dan UMKM, operasional Bajaj Maxride turut berkontribusi mengurangi angka pengangguran dengan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat lokal yang kini bergabung sebagai mitra pengemudi.

BANTU UMKM: Bajaj RE juga membantu UMKM karena daya angkut yang bisa mencapai 300 kg.(Foto: Y Sri Susilo)

Ketua Komisi B DPRD Kota Yogyakarta yang juga penggiat UMKM, Muhamad Sofyan ST menilai kehadiran Bajaj Maxride memberikan dampak nyata bagi mobilitas dan efisiensi UMKM di Yogyakarta.

”Bajaj menjadi solusi yang sangat relevan bagi UMKM, khususnya pengiriman barang secara instan. Dengan kapasitas angkut yang besar hingga kurang lebih 300 kilogram, UMKM dapat mengirimkan produk dalam jumlah banyak dengan biaya yang tergolong sangat murah,” papar Sofyan.

Selain itu, Bajaj juga sangat cocok mendukung bisnis pariwisata karena fleksibel, mudah menjangkau lokasi wisata, dan mampu meningkatkan aksesibilitas bagi wisatawan.

Ketua LPMK Panembahan, Sri Herawati MSi melihat Bajaj Maxride sebagai salah satu alternatif moda transportasi perkotaan yang mampu menjawab tantangan kemacetan dan kebutuhan mobilitas masyarakat.

”Bajaj lebih efisien dan berpotensi mengurangi jumlah kendaraan di jalan. Bajaj juga menawarkan moda transportasi yang aman, nyaman, terjangkau, serta ramah lingkungan karena telah menggunakan mesin yang tersertifikasi Euro 4. Ini adalah solusi transportasi perkotaan yang relevan untuk kota seperti Yogyakarta,” jelasnya.

Lapangan Kerja

Dari sisi ketenagakerjaan, Dosen FBE UAJY, Dr Y Sri Susilo menekankan kontribusi Bajaj Maxride membuka lapangan kerja dan memberikan penghasilan yang stabil bagi mitra pengemudi.

”Bajaj Maxride tidak hanya berperan sebagai layanan transportasi, tetapi juga sebagai solusi ekonomi.
Setelah beroperasi di tiga kota besar termasuk Yogyakarta, telah berhasil menyerap lebih dari 3.000 tenaga kerja sebagai mitra driver,” imbuhnya.

Hal itu membantu menurunkan angka pengangguran sekaligus memberikan sumber pendapatan yang stabil dan berkelanjutan bagi para pengemudi.

Bajaj Maxride berharap dapat mengajak lebih banyak media, mitra, serta pelaku UMKM untuk berkolaborasi, melihat langsung potensi transportasi ramah lingkungan ini, serta memahami dampak ekonomi positif yang dihasilkan bagi Yogyakarta sebagai kota wisata dan kota kreatif.

No More Posts Available.

No more pages to load.