Bank Mandiri Perkuat Peran sebagai Mitra Strategis Pemerintah

oleh -15 Dilihat
LAPORAN: Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan bersama jajaran menyampaikan paparan publik.(Foto: istimewa)

 

  • Pencapaian Bank Mandiri sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap solid di angka 5,11 persen.
  • Bank Mandiri terus mendorong pembiayaan selektif untuk memperluas lapangan kerja dan memperkuat ekonomi kerakyatan.
  • Komitmen perseroan mencapai Net Zero Emission operasional pada 2030 melalui berbagai inisiatif ramah lingkungan.

 

JAKARTA, bisnisjogja.id – Ketangguhan fundamental PT Bank Mandiri (Persero) Tbk terbukti dengan membukukan laba bersih Rp 56,3 triliun sepanjang tahun 2025. Kinerja tersebut ditopang oleh pertumbuhan pendapatan bunga bersih senilai Rp 106 triliun dengan tren positif seiring pengelolaan aset produktif dan struktur pendanaan yang tetap solid.

Pencapaian Bank Mandiri sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap solid di angka 5,11 persen.

Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan memaparkan, Bank Mandiri mencatatkan pertumbuhan total aset sebesar 16,6 persen secara tahunan (YoY) menjadi Rp 2.829,9 triliun hingga akhir Desember 2025.

Lonjakan aset itu mendapat dorongan kuat dari penyaluran kredit yang tumbuh 13,4 persen (YoY) mencapai Rp 1.895 triliun, yang tersebar merata di berbagai sektor produktif.

”Perseroan terus mendorong pembiayaan selektif untuk memperluas lapangan kerja dan memperkuat ekonomi kerakyatan,” ungkap Riduan, Jumat (6/2/2026).

Bank Mandiri memberikan perhatian khusus pada sektor UMKM dengan menyalurkan kredit yang tumbuh 4,88 persen (YoY), menjangkau lebih dari 1,3 juta pelaku usaha seluruh Indonesia.

Motor Utama Efisiensi

Sisi pendanaan, jelasnya, juga menunjukkan performa impresif dengan perolehan Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp 2.105,8 triliun atau tumbuh 23,9 persen (YoY).

Perseroan berhasil menjaga struktur likuiditas yang sehat melalui pertumbuhan dana murah (CASA) sebesar 12,6 persen (YoY) yang kini menyentuh angka Rp 1.431,4 triliun.

Akselerasi digital menjadi motor utama efisiensi, aplikasi Livin’ by Mandiri kini merangkul 37,2 juta pengguna dengan pertumbuhan 27 persen secara tahunan.

Sementara itu, platform Kopra by Mandiri terus memperkokoh dominasinya sebagai solusi satu pintu bagi nasabah korporasi dalam mengelola arus kas dan transaksi perdagangan internasional.

Menjaga Kualitas Aset

Meskipun ekspansi kredit bergerak agresif, Bank Mandiri tetap disiplin menjaga kualitas aset dengan rasio NPL Gross yang sangat rendah di angka 0,96 persen. Manajemen risiko yang ketat memastikan operasional bank tetap aman di tengah dinamika ekonomi global.

”Sebagai mitra strategis pemerintah, Bank Mandiri menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp 41 triliun kepada 360.000 debitur sepanjang 2025. Perseroan juga aktif mendukung program nasional seperti Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pembangunan tiga juta rumah melalui penguatan ekosistem keuangan pedesaan,” tambah Riduan.

Kontribusi nyata terhadap kas negara terlihat dari setoran pajak yang mencapai Rp 27 triliun serta pembagian dividen yang kuat sebesar Rp 52,5 triliun pada tahun 2025. Dalam 25 tahun terakhir, Bank Mandiri secara akumulatif telah menyetorkan pajak sebesar Rp 277 triliun dan dividen Rp 225 triliun sebagai bentuk tanggung jawab kepada negara.

Pimpin Pembiayaan Hijau

Dalam aspek keberlanjutan (ESG), Bank Mandiri mengelola portofolio pembiayaan berkelanjutan sebesar Rp 316 triliun, di mana Rp 166 triliun di antaranya merupakan pembiayaan hijau.

Angka tersebut memposisikan Bank Mandiri sebagai pemimpin pasar pembiayaan hijau dengan pangsa lebih dari 35 persen di antara bank besar nasional.

”Komitmen perseroan untuk mencapai Net Zero Emission operasional pada 2030 melalui berbagai inisiatif ramah lingkungan,” tandas Riduan.

Bank Mandiri optimistis integrasi antara inovasi digital, pembiayaan produktif, dan komitmen ESG akan menciptakan nilai tambah jangka panjang bagi perekonomian nasional.

No More Posts Available.

No more pages to load.