JOGJA, bisnisjogja.id – Pada Ramadan kali ini, The Jogja Hotel menghadirkan pengalaman berbuka puasa yang unik dengan mengusung tema ”Skyline Iftar”. Bertempat di rooftop lantai 30, hotel bintang empat ini menawarkan sensasi bersantap di atas kaki langit dengan pemandangan kota Yogyakarta 360 derajat.
General Manager The Jogja Hotel, Maji, mengungkapkan bahwa konsep ini sengaja dijual untuk memanjakan tamu dengan suasana sunset (matahari terbenam) dan gemerlap lampu kota (city light) pada malam hari.
”Yang kita jual adalah suasana kota. Pengunjung bisa menikmati sunset yang sangat bagus sebelum berbuka, lalu melihat pemandangan kota 360 derajat. Ini yang dicari masyarakat, terutama pasangan muda-mudi yang ingin mencari memori dan ketenangan,” ujar Maji.
Menu Tradisional hingga Modern
The Jogja Hotel menyajikan lebih dari 100 variasi menu yang menggabungkan cita rasa tradisional hingga modern. Beberapa menu andalan yang menjadi favorit pengunjung adalah kambing guling dan bebek peking. Selain itu, tersedia pula jajanan pasar dan hidangan penutup klasik seperti es puter.
Paket buka puasa prasmanan sangat terjangkau. Maji menyebut harga sangat kompetitif untuk kelas menengah ke atas di Yogyakarta. Bagi tamu yang menginginkan privasi lebih, tersedia layanan VIP.
”Harga kami berada di urutan menengah, di bawah Hotel Tentrem istilahnya. Kami ingin masyarakat penasaran dengan sensasi makan di ketinggian,” jelasnya.
Okupansi dan Target Pasar
Meskipun tingkat hunian kamar hotel yang berkapasitas 200 kamar ini cenderung menurun ke angka 40-50 persen selama Ramadan, dari yang biasanya di atas 80 persen, namun antusiasme pengunjung luar untuk berbuka puasa tetap tinggi.
Maji menceritakan bahwa saking ramainya peminat di area rooftop, pihaknya sempat mengalami kendala keterbatasan kursi pada momen-momen tertentu seperti libur akhir tahun lalu. Oleh Karena itu, momen Ramadan menjadi cara hotel untuk tetap produktif.
”Target pasar kami luas. Kami tidak bergantung pada anggaran pemerintah (GSO), melainkan menyasar sektor swasta, perusahaan dari Cikarang, Tangerang, hingga Surabaya. Kami ingin tamu yang datang merasa nyaman tanpa harus merasa ‘kapok’ karena harga yang terlalu tinggi,” imbuh Maji.







