JOGJA, bisnisjogja.id – Pengurus Masyarakat Ekonomi Syariah Daerah Istimewa Yogyakarta (MES DIY) mengunjungi kediaman almarhum Ustaz Muhammad Jazir ASP. Mereka berencana memberi penghargaan khusus pada tokoh masyarakat tersebut.
Ketua Umum MES DIY, Prof Edy Suandi Hamid, memimpin langsung delegasi untuk bersilaturahmi sekaligus menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum. Kunjungan menjadi bentuk penghormatan resmi organisasi atas dedikasi luar biasa almarhum dalam dunia dakwah dan ekonomi syariah.
”MES DIY berencana memberi penghargaan Ustaz Jazir. Organisasi menilai almarhum sukses mentransformasi fungsi masjid dari sekadar tempat ibadah ritual menjadi pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat,” ungkap Edy.
Langkah tersebut mempertegas posisi almarhum sebagai tokoh sentral yang memadukan spiritualitas dengan kemandirian finansial umat.
Lahirkan Perubahan Besar
Ketua Dewan Pembina MES DIY, Herry Zudianto, menyebut almarhum sebagai sosok yang mampu melahirkan perubahan besar melalui gagasan sederhana yang konsisten.
Ia menekankan warisan pemikiran almarhum harus terus berlanjut agar dampak ekonomi sosialnya tetap terasa oleh generasi mendatang. MES DIY menjadwalkan prosesi penganugerahan tersebut pada Jumat, 27 Februari 2026, bertepatan dengan agenda Silaturahmi Kerja Wilayah.
Dunia ekonomi syariah mengenal Ustaz Jazir sebagai konseptor brilian di balik kesuksesan Masjid Jogokariyan. Almarhum memperkenalkan model manajemen masjid berbasis pelayanan jemaah yang kini menjadi rujukan nasional maupun internasional. Melalui tangan dinginnya, masjid terbukti mampu menjadi motor penggerak ekonomi mikro melalui berbagai unit usaha produktif.
Salah satu inovasi ekonomi paling fenomenal yang almarhum gagas adalah konsep ”Saldo Infak Nol Rupiah”. Strategi ini mengharuskan pengelola masjid segera menyalurkan dana infak untuk kebutuhan riil masyarakat alih-alih mengendapkannya di rekening bank.
Kebijakan tersebut berhasil mempercepat perputaran modal sosial dan memberikan dampak ekonomi langsung bagi keluarga prasejahtera.
Pemberdayaan Umat Berkelanjutan
Selain itu, almarhum juga menginisiasi berbagai program pemberdayaan berkelanjutan seperti ATM Beras, layanan kesehatan gratis, hingga pasar sore Ramadan.
Ia mendorong kemandirian masjid melalui pengembangan wakaf produktif dan unit bisnis seperti produksi peci batik serta layanan katering. Model ini membuktikan bahwa manajemen masjid yang profesional dapat menciptakan ekosistem ekonomi yang mandiri.
Menanggapi niat baik tersebut, istri almarhum, Sri Amini Yuni Astuti, menyatakan rasa haru dan apresiasi mendalam kepada pengurus MES DIY.
Pihak keluarga menyatakan kesiapannya untuk hadir dalam acara penganugerahan akhir Februari mendatang. Putra almarhum, Haidar, juga mengungkapkan rencana keluarga untuk mendirikan Jogokariyan Institute guna melanjutkan perjuangan almarhum dalam pelatihan tata kelola masjid.
Melalui penghargaan ini, MES DIY berharap nilai-nilai profesionalisme dan keberpihakan pada ekonomi umat yang almarhum contohkan terus menginspirasi para aktivis ekonomi syariah.
Organisasi berkomitmen menjadikan momentum tersebut sebagai pemantik semangat bagi masjid-masjid lain di Indonesia untuk mengadopsi sistem manajemen yang akuntabel dan berorientasi pada kesejahteraan jemaah.





