JOGJA, bisnisjogja.id – Menjelang Musyawarah Kabupaten Kadin Bantul yang akan digelar pada pertengahan Januari 2026, Ketua Kadin Bantul, Ibnu Kadarmanto mengajak para pengusaha, khususnya generasi muda, untuk bergabung dan memperkuat jejaring usaha melalui organisasi Kamar Dagang dan Industri (Kadin).
Dalam rapat pleno di Sekretariat Kadin Bantul, Ibnu menegaskan bahwa kondisi ekonomi yang penuh tantangan memerlukan kolaborasi dan penguatan antar pelaku usaha.
Banyak pengusaha mengalami kesulitan, termasuk dalam memenuhi cicilan kredit modal usaha, sehingga dibutuhkan wadah yang mampu memberikan solusi nyata.
”Anggapan bahwa berorganisasi membuat langkah pengusaha menjadi terbatas adalah keliru. Di Kadin, kita bisa saling belajar tentang manajemen usaha, etika bisnis, hingga upaya meraih kesuksesan,” tandas Ibnu.
Baru Merintis
Wakil Ketua Bidang Organisasi Kadin Bantul, Taufik Ridwan, menambahkan bahwa bergabung di Kadin tidak mengharuskan perusahaan berskala besar.
Pengusaha UMKM, bahkan anak muda yang baru merintis, memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk mengembangkan diri. Ia menegaskan bahwa keteraturan dalam organisasi berbanding lurus dengan kesuksesan dalam usaha.
Taufik juga menjelaskan bahwa dua kandidat telah muncul untuk menggantikan Ibnu yang telah menjabat selama dua periode, yakni Direktur PT Sido Agung Jaya Sakti, Agung Purwoko, SH dan Direktur CV Mekar Sejahtera, Nur Ikhsan Hidayat.
Ketua IWAPI Bantul yang juga pengurus Kadin, Erwin Yuniarti, mendorong lebih banyak pengusaha perempuan untuk bergabung.
Ia menilai masih banyak perempuan yang minder berorganisasi, padahal memiliki potensi besar dalam menangkap peluang pasar. Menurutnya, kalau ingin maju, pengusaha harus siap berkolaborasi dan terus belajar.
Musyawarah Kabupaten Kadin Bantul diharapkan menjadi momentum memperkuat sinergi, mendorong kreativitas, serta melibatkan lebih banyak pengusaha muda dan perempuan dalam ekosistem bisnis daerah.





