Bursa Karbon Seimbangkan Kepentingan Ekonomi dan Lingkungan

oleh -583 Dilihat
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon / Anggota Dewan Komisioner OJK, Inarno Djajadi.(Foto: Y Sri Susilo)

JOGJA, bisnisjogja.id – ”Bursa karbon merupakan kebutuhan saat ini dan masa depan bagi pelaku ekonomi/bisnis. Bursa karbon juga merupakan win-win solution antara kepentingan ekonomi dan lingkungan,” tandas Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon / Anggota Dewan Komisioner OJK, Inarno Djajadi.

Ia menyampaikan itu ketika berbicara pada Seminar Nasional Ekonomi Hijau di Kampus FEB UGM (Jumat, 08/11/24). Seminar bertajuk ”Bursa Karbon sebagai Instrumen Pengendalian Emisi: Strategi dan Implementasi”.

Penyelenggara seminar, Keluarga Alumni Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (Kafegama DIY) bekerja sama dengan Pengurus Pusat Kafegama dan Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM.

”Bursa karbon merupakan salah satu cara untuk mengurangi emisi gas rumah tangga dan juga perlu dukungan ekosistem terkait,” pinta Inarno yang menjadi pembicara kunci.

Instrumen Penting

Ketua Panitia Seminar, Juanidi mengatakan bursa karbon hadir sebagai salah satu instrumen penting dalam pengendalian emisi, menyediakan kerangka yang memungkinkan perdagangan emisi berbasis kuota. Ini dapat menciptakan efisiensi ekonomi dalam pengurangan emisi.

Sementara itu Dekan FEB, Didi Achjari mengatakan salah satu misi FEB UGM adalah keberlanjutan (sustainability), yang fokusnya pada kegiatan penelitian dan engagement yang berorientasi pada aspek keberkelanjutan.

”Menjalankan bisnis harus memperoleh keuntungan, namun wajib memperhatikan isu lingkungan dari kelestarian, keberlanjutan dan ekonomi hijau,” tegas Didi.

Catatan Penting

Tiga narasumber yaitu I Made BagusTirthayatra (Kepala Departemen Pemeriksaan Khusus, Pengawasan Keuangan Derivatif, Bursa Karbon, dan Transalsi Efek OJK), Jeffrey Hendrik (Direktur Pengembangan BEI) dan Ardianto Fitrady (Dosen FEB UGM). Bertindak selaku modetarator Gumilang A Sahadewo (Pengurus Kafegama DIY/Dosen FEB UGM).

Catatan penting dari ketiga narasumber antara lain, pertama, Indonesioa telah meratifikasi Perjanjian Paris (Paris Agreement) pada tahun 2016. Selanjutnya Indonesia telah menetapkan target Nationally Determined Contribution (NDC) sebesar 29 persen – 41 persen pada tahun 2030. Target NDC sebesar 31,89 persen dengan usaha sendiri dan sampai dengan 43,20 persen dengan bantuan internasional pada tahun 2030.

Kedua, Bursa Karbon Indonesia (IDXCarbon) diluncurkan pada tanggal 29 Septeber 2023. Izin usaha Penyelenggara Bursa Karbon telah diberikan kepada BEI oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Surat Keputusan nomor KEP-77/D.04/2023 pada 18 September 2023 lalu.

Transaksi Sederhana

IDXCarbon sebagai penyelenggara bursa karbon menyediakan sistem perdagangan yang transparan, teratur, wajar, dan efisien. Selain memberikan transparansi pada harga, perdagangan IDXCarbon juga memberikan mekanisme transaksi yang mudah dan sederhana.

Saat ini, terdapat empat mekanisme perdagangan IDXCarbon, yaitu Auction, Regular Trading, Negotiated Trading, dan Marketplace.

Ketiga, BEI akan terus berupaya untuk mendorong likuiditas pasar karbon dari sisi demand dan supply pasar domestik maupun internasional sesuai dengan peraturan dan regulasi pemerintah.

Selanjutnya BEI akan senantiasa aktif berkoordinasi dan bersinergi dengan OJK, kementerian terkait, dan pelaku pasar untuk menyempurnakan mekanisme perdagangan karbon, memberikan edukasi berkelanjutan. Juga menyelaraskan pengembangan investasi Environmental, Social & Governance (ESG) di pasar modal.

SERAHKAN BANTUAN: Penyerahan bantuan untuk fasilitas pembelajaran FEB UGM.(Foto: Y Sri Susilo)

Dalam Di sela-sela seminar, ada penyerahan ”Bantuan Fasilitas Pembelajaran Mahasiswa FEB UGM” senilai Rp 150 juta dari Kafegama DIY kepada FEB UGM. Ketua Kafegama DIY, Bogat AR menyerahkan kepada Dekan FEB, Didi Achjari.

Turut mendukung kegiatan, Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI), Askrindo Insurance, Bank BPD DIY, Bank BRI, Mandiri Inhealth, Wardah, Kimia Farma, Mirae Asset Sekuritas, Kahf, Batik Khasandy, Bakpia A-Satu, dan Toriyu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.