Dampak Perang Tidak Signifikan, Lebih Baik Fokus Berantas Korupsi dan Ciptakan Lapangan Kerja

oleh -332 Dilihat
Ilustrasi Gedung Pusat UGM.(Foto: dok UGM)

JOGJA, bisnisjogja.id – Dua negara yang sedang konflik, Iran dan Israel sepakat gencatan senjata. Namun demikian, bisa saja konflik tiba-tiba berlanjut yang dampaknya mengenai banyak negara termasuk Indonesia.

Ekonom UGM, Revrisond Baswir menilai dampak langsung konflik pada perekonomian Indonesia tidak terlalu signifikan, kecuali jika negara-negara besar seperti Amerika Serikat, Tiongkok, Perancis, atau Rusia ikut terlibat secara terbuka dalam konflik.

”Kalau keterlibatan mereka meningkat, barulah risiko global naik tajam. Namun untuk Indonesia, dampak langsungnya tidak terlalu besar,” ujar Revrisond.

Menurutnya tantangan utama Indonesia justru terletak pada persoalan internal. Indonesia harus fokus pada transparansi, pemberantasan korupsi, pengurangan kesenjangan sosial, dan penciptaan lapangan kerja. Hal itu lebih krusial daripada efek eksternal.

Terkait adanya lonjakan harga komoditas akibat konflik, Revrisond berpendapat dampaknya terhadap ekspor Indonesia dan neraca perdagangan nasional masih relatif ringan dibandingkan dengan perang tarif yang pernah dilancarkan oleh Presiden AS Donald Trump.

Ia menyarankan agar pemerintah Indonesia tidak terlalu larut dalam ketegangan geopolitik global, tetapi justru memperkuat fondasi ekonomi dalam negeri, khususnya sektor energi.

”Pemerintah harus serius membenahi tata kelola Pertamina dan meningkatkan kapasitas kilang minyak dalam negeri. Ini kunci untuk menghadapi fluktuasi harga minyak dunia,” tandasnya.

Rumit

Guru Besar Geopolitik Timur Tengah dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) UGM, Prof Siti Mutiah Setiawati menilait konflik Iran-Israel sebagai konflik yang rumit.

Ia menerangkan sejarah konflik Iran sudah berlangsung sejak Amerika Serikat yang menuduh Iran mengembangkan nuklir untuk senjata pemusnah massal.

”Posisi Indonesia dalam menghadapi konflik tidak boleh gegabah. Pemerintah harus bersikap hati-hati dan menunggu perkembangan yang terjadi untuk melihat apakah pemerintah dapat masuk sebagai penengah,” ujar Siti.

Namun, apabila kondisinya pelik dan sulit bagi Indonesia untuk hadir, ia menyarankan pemerintah agar tidak tergesa-gesa. Sementara ini, yang dapat dilakukan yakni mengevakuasi WNI yang berada di Iran dan Israel sebagai langkah perlindungan awal.

Ia berharap konflik segera selesai dan terdapat resolusi antara kedua negara. Ia juga menegaskan agar pemerintah Indonesia untuk terus memantau kemungkinan eskalasi konflik sembari memastikan keselamatan WNI yang ada kedua negara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.