Ekonom UGM: Batalkan Impor BBM Satu Pintu!

oleh -395 Dilihat
Ekonom UGM Fahmy Radhi.(Foto: istimewa)

 

  • Salah satu sumber margin SPBU asing adalah pengadaan impor BBM yang punya kebebasan dalam menentukan negara impor dengan harga yang paling murah.
  • Memburuknya iklim investasi pasti akan berdampak pada pencapaian pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan Presiden Prabowo sebesar delapan persen per tahun.

 

JOGJA, bisnisjogja.id – ”Pemerintah sebaiknya membatalkan rencana kebijakan impor BBM satu pintu, yang akan menjadi kebijakan blunder,” tandas pengamat ekonomi energi UGM, Fahmy Radhi PhD.

Ia menilai dengan pengadaan impor BBM satu pintu, SPBU asing tidak lagi bebas dalam pengadaan BBM. Padahal, salah satu sumber margin SPBU asing adalah pengadaan impor BBM yang punya kebebasan dalam menentukan negara impor dengan harga yang paling murah.

”Mereka melakukan efisiensi biaya pengadaan impor BBM,” ungkap Fahmy.

Menurutnya, perusahaan-perusahaan asing pada awalnya bersedia investasi di SPBU BBM karena tata-kelolanya liberal.

Perusahaan asing saat itu bebas mendirikan SPBU di seluruh wilayah Indonesia, bebas melakukan pengadaan BBM sesuai kuota ditetapkan, bebas dalam menetapkan harga jual ke konsumen sesuai mekanisme pasar.

SPBU Hengkang

Dalam impor BBM satu pintu, SPBU asing tidak dapat lagi impor dengan harga yang paling murah, tetapi harus membeli BBM dari Pertamina dengan harga Pertamina.

Dalam kondisi tersebut, margin SPBU asing akan semakin kecil, bahkan pada saatnya SPBU asing akan merugi. Ketika kerugian berkelanjutan, tidak menutup kemungkinan SPBU asing akan tumbang hingga tutup.

”Pada saat seluruh SPBU asing hengkang dari Indonesia, pada saat itulah tata kelola migas hilir dimonopoli oleh Pertamina,” ujar Fahmy.

Hengkangnya SPBU asing akan berdampak pada iklim investasi di Indonesia, tidak hanya investasi sektor migas tetapi juga investasi sektor bisnis lainnya.

Memburuknya iklim investasi, jelas Fahmy, sudah pasti akan berdampak pada pencapaian pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan Presiden Prabowo sebesar delapan persen per tahun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.