Ekspansi Konglomerat Tingkatkan Integrasi Indonesia di Perekonomian Dunia

oleh -592 Dilihat
PIDATO PENGUKUHAN: Prof Faris Al-Fadhat saat menyampaikan pidato pengukuhan sebagai guru besar UMY.(Foto: istimewa)

JOGJA, bisnisjogja.id – ”Ekspansi internasional para konglomerat melalui korporasi bisnis mereka dapat meningkatkan integrasi Indonesia dalam jaringan produksi, komoditas serta investasi global,” tandas guru besar ekonomi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Faris Al-Fadhat.

Pergerakan tersebut, jelasnya, harus dimanfaatkan sebagai dasar bagi aspirasi negara untuk menjadi pusat ekonomi di Asia Tenggara, dan membentuk kembali preferensi kebijakan ekonomi pemerintah.

Faris mengungkapkan hal itu ketika menyampaikan pidato pengukuhan sebagai Guru Besar UMY melalui Orasi Ilmiah pada Sabtu (3/8/2024). Pengukuhan berlangsung di ruang sidang gedung AR Fachruddin B UMY.

Ia memaparkan, mengingat langkah kebijakan pemerintah di lingkup regional yang membebaskan dan memperluas arus investasi dan perdagangan, peluang ekspansi konglomerat pun diuntungkan oleh proyek integrasi ekonomi seperti Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP).

Hal ini sekaligus menjadi penegasan bahwa internasionalisasi kapital para konglomerat Indonesia tidak bisa dianggap hanya sebatas strategi perusahaan. Adanya kerja sama ekonomi tersebut telah berkontribusi penting dalam mempermudah proses serta regulasi bagi operasi konglomerat di lingkup global.

Faktor Utama

Menurut Faris, konglomerat atau kelompok bisnis besar telah menjadi salah satu faktor utama dalam pembangunan ekomomi di Indonesia. Mereka bertransfomasi dalam dua dekade terakhir.

Ekspansi sektor investasi, perdagangan dan produksi telah menembus pasar dunia dan sekaligus mengubah lanskap pertumbuhan ekonomi yang bergerak semakin signifikan.

”Internasionalisasi kapital dari para konglomerat Indonesia tidak bisa hanya dianggap sebagai strategi perusahaan. Hal itu bisa menjadi landasan baru bagi pertumbuhan dan orientasi ekonomi Indonesia di masa depan,” paparnya.

Ia menilai meskipun lanskap ekonomi di kawasan regional telah menyediakan lingkungan regulasi yang menguntungkan bagi perusahaan untuk berekspansi secara internasional, para konglomerat tetap harus mewaspadai beragam tantangan.

Salah satunya konsekuensi dari kerja sama ekonomi yang akan berdampak pada internasionalisasi kapitalis dari setiap negara, yang dengan berbagai kepentingannya dapat mempersulit proses negosiasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.