Program Cinta, Bangga dan Paham (CBP) Rupiah hadir sebagai strategi edukatif yang tidak hanya membekali generasi muda dengan pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan rasa memiliki, kebanggaan, dan pemahaman mendalam terhadap mata uang nasional.
TANTANGAN menghadapi derasnya arus globalisasi dan digitalisasi ekonomi yakni pentingnya penguatan literasi keuangan khususnya bagi generasi muda. Salah satu strategi Bank Indonesia adalah melalui implementasi program Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah.
Program itu bukan jargon semata tetapi proses menanamkan pemahaman nasionalisme dan mendorong partisipasi aktif anak muda menjaga kedaulatan mata uang Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) tahun 2022, tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia tercatat sebesar 49,68 persen, sementara tingkat inklusi keuangan mencapai 85,10 persen.
Angka tersebut menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun 2019, literasi keuangan berada pada angka 38,03 persen dan inklusi keuangan sebesar 76,19 persen.
Melihat kondisi demikian, tentunya faktor penting untuk mendorong stabilitas peningkatan literasi keuangan adalah menyasar generasi muda. Potensi mereka sebagai agen perubahan sangat besar, mengingat dominasi demografis Generasi Z dan Milenial dalam struktur penduduk Indonesia.
Karena itu, Program Cinta, Bangga dan Paham (CBP) Rupiah hadir sebagai strategi edukatif yang tidak hanya membekali generasi muda dengan pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan rasa memiliki, kebanggaan, dan pemahaman mendalam terhadap mata uang nasional.
Tiga Komponen
Program CBP terdiri atas tiga komponen penting, pertama, Cinta Rupiah yaitu menumbuhkan kepedulian dalam merawat rupiah secara langsung dan menghargai nilai historis serta desain budaya yang terkandung pada setiap pecahannya.
Kedua, Bangga Rupiah yakni mendorong penggunaan rupiah dalam setiap transaksi serta memperkuat rasa percaya dan kepemilikan terhadap sistem pembayaran nasional.
Pada tingkatan Paham Rupiah, generasi muda diajak menyadari bahwa mata uang bukan sekadar alat tukar, melainkan fondasi yang menopang kestabilan ekonomi, paham bertransaksi, berbelanja, berhemat, sekaligus tameng dari berbagai praktik manipulatif seperti investasi bodong dan upaya pemalsuan uang.
Dalam rangka mengoptimalkan peran generasi muda menyebarluaskan nilai-nilai CBP Rupiah, Bank Indonesia hadir dengan Program Pemilihan Duta Muda CBP Rupiah sebagai salah satu strategi paling efektif untuk menjawab tantangan tersebut.
Program itu tidak hanya menjadi ajang seleksi, tetapi juga platform pemberdayaan yang melibatkan generasi muda sebagai duta literasi keuangan dan agen perubahan di tengah masyarakat.
Pemilihan Duta Muda CBP Rupiah oleh Bank Indonesia bertujuan meningkatkan partisipasi generasi muda dalam menuosialisasikan kesadaran pentingnya mengenali dan menjaga rupiah sebagai lambang kedaulatan bangsa.
Posisi Sentral
Peran duta muda menjadikan generasi muda lebih dari sekadar bekal edukasi, mereka akan menjadi jembatan nilai dan memegang posisi yang sentral di tengah pesatnya pengguna media sosial.
Sehingga semangat Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah dapat sampai ke ruang-ruang publik, baik melalui ruang pertemuan hingga menyusuri media sosial dan platform digital yang berkembang hari ini.
Program CBP Rupiah memberi ruang bagi generasi muda untuk menyalurkan ide dan kreasi mereka menyampaikan pesan literasi keuangan yang mudah dicerna dan menarik bagi pengguna sosial media.
Duta Muda CBP Rupiah terus menggali pemahaman mendalam tentang sejarah rupiah, fitur keamanan yang dimiliki, peran Bank Indonesia, sistem pembayaran digital, serta isu strategis seperti maraknya investasi bodong dan penguatan transaksi berbasis QRIS.
Dengan pengetahuan dan bekal tersebut, Duta Muda menjadi ujung tombak diseminasi informasi yang kredibel, interaktif, dan berdampak bagi kalangan sebayanya.
Tidak hanya berhenti pada panggung kompetisi, pemilihan duta muda merupakan investasi jangka panjang membentuk karakter generasi muda yang nasionalis, melek literasi keuangan, dan mampu berkontribusi menjaga stabilitas ekonomi melalui pemahaman Cinta Bangga dan Paham Rupiah.
- Penulis, Ramdani Rachmat, Duta Muda CBP Rupiah Championship 2025







