Gerakan Mas Jos Perkuat Pengelolaan Sampah Jogja

oleh -990 Dilihat
KERJA SAMA: Jajaran PT Sarihusada Generasi Mahardhika (SGM) bersama Pemerintah Kota Yogyakarta, Kelurahan Muja Muju, Forum Bank Sampah Muja Muju, dan Shind bekerja sama mengelola sampah.(Foto: istimewa)

 

Sarihusada melalui Danone Impact Journey memiliki komitmen kuat melestarikan lingkungan, dan menyambut baik hadirnya Gerakan Mas Jos sebagai inisiatif penting penanganan sampah di Kota Yogyakarta.

 

JOGJA, bisnisjogja.id – Sampah masih menjadi persoalan warga Yogyakarta. Banyak orang yang belum menyadari pentingnya pengelolaan sampah. Akibatnya, sampah bertebaran di mana-mana.

Karena itu, PT Sarihusada Generasi Mahardhika (SGM) bersama Pemerintah Kota Yogyakarta, Kelurahan Muja Muju, Forum Bank Sampah Muja Muju, dan Shind menggelar Sambang Mas Jos (Gerakan Masyarakat Jogja Olah Sampah).

Gerakan tersebut sebagai upaya mengurangi timbunan sampah di Kota Yogyakarta. Kegiatan yang berlangsung di Taman Gajah Wong, Muja Muju, Yogyakarta dihadiri Sekretaris Daerah Kota Yogyakarta, Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta, Forum Bank Sampah Yogyakarta, serta elemen masyarakat lainnya.

Kegiatan Sambang Mas Jos menampilkan Lomba Yel-Yel yang diikuti oleh 12 RW, serta penanaman Lodong Sisa Dapur (Losida) ke-1000, yang merupakan bagian dari program CSR SGM.

Gerakan Mas Jos yang diluncurkan pada Juli 2025 mengusung lima langkah utama pengelolaan sampah, yaitu memilah sampah, mengirim anorganik ke Bank Sampah, mengolah organik, menghabiskan makanan tanpa sisa, dan menggunakan wadah berulang. Inisiatif ini menargetkan perubahan perilaku di tingkat rumah tangga sebagai kunci pengurangan sampah kota.

Factory Director Danone Specialized Nutrition East, Lastiani Amy Rosalina mengungkapkan Sarihusada melalui Danone Impact Journey memiliki komitmen kuat melestarikan lingkungan, dan menyambut baik hadirnya Gerakan Mas Jos sebagai inisiatif penting penanganan sampah di Kota Yogyakarta.

”Melalui kegiatan Sambang Mas Jos, kami ingin meneguhkan komitmen tersebut dengan memperkuat kolaborasi antara Pemerintah Kota Yogyakarta dan SGM dalam menghadirkan solusi nyata untuk pengelolaan sampah yang berkelanjutan,” tandas Lastiani.

Program CSR

Sejak 2023, PT SGM melalui program CSR Sampahku Tanggung Jawabku (Samtaku) telah melakukan berbagai intervensi di sisi hulu, mulai dari peningkatan kapasitas kader lingkungan, pendampingan manajemen Bank Sampah, distribusi 1.000 Lodong Sisa Dapur (Losida) kepada masyarakat Kelurahan Muja Muju, hingga digitalisasi sistem transaksi bersama Bank Sampah Induk Kota Yogyakarta.

Sekretaris Daerah Kota Yogyakarta, Ir Aman Yuriadijaya MM menjelaskan Gerakan Mas Jos di basis wilayah melibatkan tiga unsur yakni RT/RW, PKK dan Bank Sampah Unit.

Sasaran Gerakan Mas Jos tidak hanya rumah tangga namun pelaku usaha di wilayah seperti pengusaha kos-kosan, PKL, warung dan usaha lainnya. Keberhasilan Mas Jos diukur dengan meningkatnya nasabah bank sampah. Edukasi dan pengawasan berbasis kewilayahan menjadi cara suksesnya Mas Jos.

Direktur Eksekutif Shind, Maulana Sriyono menambahkan sebagai mitra PT SGM dalam Program Samtaku, sekaligus salah satu inisiator Gerakan Mas Jos, ia terus mendorong kolaborasi multipihak dalam penanganan sampah.

”Melalui Sambang Mas Jos, terlihat jelas sinergi antara pemerintah, perusahaan, NGO, dan masyarakat yang bersama-sama berkomitmen mengelola sampah seko omah. Salam Mas Jos!” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.