JOGJA, bisnisjogja.id – Judi online yang kian masif membuat prihatin mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta. Mereka terdorong turun ke lapangan memberi edukasi ke sekolah-sekolah pentingnya gerakkan melawan judi online.
Gerakan bertajuk Ajang Kreativitas Mahasiswa Ilmu Komunikasi Unisa (Antariksa) 2025 Goes to School memiliki misi utama menyelamatkan generasi muda dari bahaya laten judi online.
”Program mengusung tema ”Stop Clicking Start Living”. Ini sebagai bentuk kepedulian terhadap makin maraknya praktik perjudian digital,” tandas Ketua Antariksa 2025, Reza Al-Khifari, Jumat (23/5/2023).
Kegiatan tersebut merupakan kampanye PR dari luaran mata kuliah Manajemen Public Relation. Antariksa 2025 berawal dari program roadshow ke sekolah, campign on the road serta seminar sebagai acara puncak Antariksa.
Mereka menggelar program edukatif selama tiga hari, pada 19–21 Mei 2025, dan berhasil menjangkau 262 siswa dari lima sekolah di wilayah Yogyakarta. Sekolah itu yakni SMK N 1 Godean, MAN 1 Sleman, SMK N 2 Godean, SMA N 1 Sedayu, dan SMK N 4 Yogyakarta.
Bukan Solusi
Reza menambahkan gerakan itu lahir dari keprihatinan terhadap meningkatnya kasus keterlibatan remaja dalam judi online.
”Kami ingin hadir langsung di sekolah-sekolah untuk mengedukasi teman-teman seusia kami bahwa judi online bukan solusi, melainkan jerat yang bisa merusak masa depan,” ujar Reza.
Siswa sejumlah sekolah mendapat materi edukasi mendalam dampak serius judi online terhadap kesehatan mental, finansial, serta prestasi akademik. Para siswa juga dibekali dengan langkah-langkah pencegahan seperti tidak mengakses situs judi, tidak mudah tergiur tautan mencurigakan.
”Mereka juga harus bisa membangun lingkungan pertemanan yang sehat,” tandasnya.
Pada sesi tanya jawab, mereka berbagi pengalaman dan bertanya lebih dalam mengenai cara menangkal pengaruh judi online. Seluruh peserta menerima ”Sweet Card”, simbol komitmen menjadi bagian dari gerakan #AntiJudiOnline.
Antariksa Goes to School menegaskan komitmennya dalam membentuk generasi cerdas digital, tangguh secara mental, dan terbebas dari praktik destruktif judi online. Gerakan ini bukan sekadar kampanye, tetapi bentuk nyata keberpihakan pada masa depan bangsa.





