Menuju Indonesia Emas, FE UNU Yogyakarta Redesain Kurikulum

oleh -8 Dilihat
Dekan Fakultas Ekonomi UNU Yogyakarta, Dr Suhada.(Foto: dok UNU)

JOGJA, bisnisjogja.id – Di tengah pesatnya transformasi digital dan perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), Fakultas Ekonomi Universitas Nahdliatul Ulama (UNU) Yogyakarta mengambil langkah strategis. Guna melahirkan lulusan yang kompeten di pasar kerja global, FE UNU Yogyakarta resmi melakukan redesain kurikulum yang adaptif terhadap dinamika ekonomi digital terkini.

Langkah penyelarasan kurikulum ini digodok secara kolaboratif dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari praktisi industri, akademisi, alumni, hingga pengguna lulusan. Proses tersebut menegaskan komitmen kampus untuk memastikan bahwa output pendidikan yang dihasilkan benar-benar selaras dengan kebutuhan industri nasional maupun internasional.

Dekan Fakultas Ekonomi UNU Yogyakarta, Dr Suhada menegaskan bahwa perubahan mutlak diperlukan agar mahasiswa memiliki daya saing tinggi.

“Kami ingin memastikan mahasiswa Fakultas Ekonomi UNU Yogyakarta memperoleh kompetensi yang sesuai dengan tuntutan zaman. Karena itu, kami membuka ruang dialog dan evaluasi bersama berbagai pemangku kepentingan agar kurikulum yang disusun benar-benar relevan, adaptif, dan berorientasi ke masa depan,” ujar Suhada.

Gandeng Berbagai Pihak

Sebagai bagian dari implementasi kurikulum baru, FE UNU Yogyakarta menggandeng Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) dalam program edukatif “Pindar Mengajar” bertema “Cerdas Mengelola, Bijak Bertransaksi”. Agenda yang didukung penuh oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ini bertujuan meningkatkan literasi keuangan digital dan kemampuan investasi personal mahasiswa.

Tidak hanya sektor fintech, Program Studi Akuntansi FE UNU Yogyakarta juga memperkuat kurikulumnya dengan menghadirkan CFO PT Paiton Energy sekaligus mantan auditor eksternal jaringan firma hukum global The Big Four, Bayu A Widiyanto. Diskusi intensif ini diharapkan mampu mendekatkan mahasiswa pada realita dunia akuntansi dan finansial korporasi modern.

Sementara itu, Program Studi Manajemen memperluas jejaring global melalui benchmarking internasional bersama Universiti Teknikal Malaysia Melaka (UTEM). Kampus turut menghadirkan akademisi internasional, Dr Anidah Binti Robbani, guna mengadopsi standar pengembangan pendidikan tinggi yang relevan dengan kebutuhan industri global.

Untuk mendukung implementasi visi besar menjadi fakultas yang unggul, berbasis digital, dan berkelanjutan (sustainability) pada tahun 2045, FE UNU Yogyakarta juga gencar menambah tenaga pengajar ahli. Penguatan SDM ini difokuskan pada dosen yang memiliki kompetensi spesifik di bidang Data Analytics, Manajemen Operasi, dan Bisnis Digital.

Langkah ini dinilai sangat krusial mengingat lanskap bisnis saat ini sangat bergantung pada pengelolaan data untuk pengambilan keputusan.

Bagian dari Perubahan

“Kami tidak ingin sekadar mengikuti perubahan, tetapi menjadi bagian yang memimpin perubahan. Karena itu, kami memperkuat dosen, kurikulum, dan kemitraan industri agar mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang sesuai dengan kebutuhan masa depan,” tambah Suhada.

Penguatan internal tersebut sekaligus mempercepat penerapan kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE). Melalui pendekatan OBE, mahasiswa tidak hanya dijejali teori akademis, melainkan juga dibekali keterampilan praktis, pengalaman industri langsung, kemampuan analisis tajam, serta karakter kepemimpinan yang berintegritas.

Suhada pun mengajak lulusan SMA, MA, dan SMK untuk tidak ragu memilih FE UNU Yogyakarta sebagai labuan tempat belajar bisnis modern yang berbasis nilai keislaman Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.

“Indonesia Emas 2045 membutuhkan generasi yang cerdas, adaptif, dan berkarakter. Kami mengajak lulusan SMA, MA, dan SMK untuk bergabung dengan Fakultas Ekonomi UNU Yogyakarta, tumbuh dan belajar bersama, serta menjadi bagian dari lahirnya pemimpin dan profesional Indonesia masa depan. Kuliah di Fakultas Ekonomi UNU Jogja Hari Ini, Memimpin Indonesia Esok Hari,” paparnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.