JAKARTA, bisnisjogja.id – Perusahaan logistik J&T Express memperkuat strategi operasional untuk mengantisipasi lonjakan volume pengiriman menjelang Ramadan 2026.
Langkah tersebut merespons tren pertumbuhan pengiriman tahun lalu yang melonjak lebih dari 40 persen dibandingkan bulan-bulan biasa.
CEO J&T Express, Robin Lo, menyatakan tingginya preferensi belanja online masyarakat mendorong perusahaan untuk mengoptimalkan seluruh aspek logistik. Ia menegaskan, J&T Express fokus menjaga keamanan dan ketepatan waktu pengiriman meskipun menghadapi tantangan cuaca ekstrem.
”Kami optimistis dapat memenuhi ekspektasi pelanggan melalui strategi adaptif dan teknologi terintegrasi,” ujar Robin, Jumat (20/2/2026)
Empat Strategi Utama
Ia menjelaskan untuk melakukan itu semua, ada sejumlah strategi utama. Peningkatan kapasitas, perusahaan merekrut tenaga kerja musiman (seasonal worker), menambah shift malam, dan mengoptimalkan mesin sortir otomatis di setiap gateway.
Akselerasi distribusi, J&T menambah frekuensi pengiriman antar kota (linehaul) melalui moda darat dan udara guna mencegah penumpukan paket.
Berikutnya, implementasi AI. Manajemen memantau alur paket secara real-time menggunakan sistem berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) untuk memitigasi kendala di lapangan.
”Seluruh jaringan Drop Point tetap beroperasi setiap hari selama Ramadan guna menjamin aksesibilitas layanan bagi pelanggan secara nonstop,” imbuh Robin.
Guna merangsang transaksi, J&T Express juga menebar stimulus berupa diskon ongkos kirim hingga 50% bagi pengguna baru dan diskon hingga 40 persen bagi pelanggan setia melalui aplikasi resmi. Promo ini berlaku untuk layanan J&T EZ mulai 16 Februari hingga 31 Maret 2026.






