Inilah Akar Korupsi di Indonesia

oleh -309 Dilihat
Dosen Fakultas Hukum UGM, Dr Zainal Arifin.(Foto: dok UGM)

JOGJA, bisnisjogja.id – Korupsi, kolusi dan nepotisme seakan-akan tidak pernah habis di Indonesia. Setiap saat ada saja terdengar kasus korupsi. Belum lama, kasus Pertamina yang menurut Kejaksaan Agung mengakibatkan kerugian negara hingga nyaris Rp 1.000 triliun.

Lantas, apa sebenarnya yang menjadikan hal itu terus berlangsung tiada hendi?

”Ada tiga faktor utama yang menjadi akar permasalahan korupsi sehingga sulit diberantas, yakni pragmatisme, keserakahan, dan kegagalan membangun sistem yang baik,” ungkap Dosen Fakultas Hukum UGM, Dr Zainal Arifin.

Ia menyoroti bahwa pragmatisme sering kali menjadi alasan utama orang terlibat dalam tindakan korupsi.

”Banyak orang lebih memilih cara cepat, seperti memberikan suap dalam kasus tilang misalnya, dibandingkan memegang teguh idealisme dan menghadapi konsekuensi hukum yang lebih berat,” ujar Zainal.

Ia menyampaikan pendapatnya tersebut dalam Kuliah Bestari Spesial Ramadan yang bertajuk ”Korupsi Kronis di Mana-Mana”, Minggu (23/3/2025).

Serakah dan Gagal

Menurut Zainal, keserakahan juga menjadi penyebab semua kasus korupsi yang pernah terjadi.

Keserakahan tidak memiliki batas, dan banyak individu yang terjerat dalam kasus korupsi karena tidak mampu mengendalikan keinginan pribadi.

Kendati demikian, ia menilai yang lebih parah lagi, kegagalan membangun sistem sebagai penyebab maraknya kasus korupsi.

Sistem yang tidak dibangun dengan baik membuka celah untuk penyalahgunaan wewenang, misalnya, masalah impor bahan kebutuhan pokok.

”Sangat penting kemauan semua pihak untuk memberantas korupsi. Masalah terbesar bukan terletak pada kemampuan, melainkan pada kemauan untuk menegakkan hukum dan menjaga integritas,” tegasnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.