JOGJA, bisnisjogja.id – Tim Ekspedisi Patriot (TEP) UGM menyampaikan hasil validasi data lapangan terkait potensi pengembangan 14 kawasan transmigrasi di berbagai wilayah Indonesia.
Temuan tersebut merupakan bagian dari pemetaan pada 154 kawasan transmigrasi nasional yang dilakukan bersama tujuh perguruan tinggi mitra dalam program Ekspedisi Patriot Kementerian Transmigrasi RI.
Menteri Transmigrasi RI, M Iftitah Sulaiman Suryanagara, menegaskan keterlibatan akademisi dan generasi muda menjadi faktor penting dalam mendorong kawasan transmigrasi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Menurutnya, data berbasis riset yang dihasilkan kampus dapat menjadi dasar konkret dalam perencanaan pembangunan wilayah.
Peran Strategis
Rektor UGM, Prof Ova Emilia, menyatakan kolaborasi mencerminkan peran strategis perguruan tinggi dalam riset dan pengembangan untuk menjawab tantangan pemerataan pembangunan, pengurangan kemiskinan, dan ketahanan pangan.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni, Dr Arie Sujito menekankan validasi lapangan dilakukan 58 tim dengan fokus pada potensi ekonomi, sosial, hingga mitigasi konflik sebagai dasar rekomendasi kebijakan berbasis bukti.
”Spirit kita mempunyai cara pandang dan perspektif baru melalui rekomendasi strategis berbasis bukti. Ini penting agar laporan yang telah disusun menjadi basis pemerintah dalam mengambil keputusan,” tandas Ari.
Koordinator TEP UGM, Dewi Cahyani Puspitasari, menjelaskan kegiatan pengabdian selama sekitar 120 hari menghasilkan buku berjudul ”Transformasi Transmigrasi: Dampak Sosial, Peluang dan Tantangan” yang akan digunakan sebagai evidentiary basis dalam perumusan kebijakan pembangunan kawasan transmigrasi ke depan.
Empat belas lokasi kajian UGM antara lain berada di Merauke (Papua Selatan), Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Bengkulu, Sulawesi Tenggara, dan Aceh Barat Daya.





