Jangan Biarkan Menurunnya Kelas Menengah, Bangladesh dan Chili Contoh Nyata

oleh -1397 Dilihat
Amirullah Setya Hardi PhD (Foto: Priyo Wicaksono)

JOGJA, bisnisjogja.id – Berkurangnya kelas menengah di Indonesia tak bisa dianggap sepele. Hal itu bisa berdampak politis seperti yang pernah terjadi di sejumlah negara termasuk Banglades baru-baru ini. Negara itu terlibat dalam pergolakan yang mengakibatkan ketidakstabilan.

Pengamat ekonomi Amirullah Setya Hardi PhD mengungkapkan hal itu di sela-sela diskusi terbatas bertajuk penurun kelas menengah di Six Senses, Yogyakarta, Selasa (10/9/2024). Sejumlah pakar, praktisi, bankir, pengusaha menyampaikan gagasannya.

Menurut Amirullah, Bangladesh mengalami kondisi yang nyaris sama yakni pemerintah tidak memperhatikan kelas menengah. Begitu pula di Chile, kelas menengah mengamuk akibat kondisi ekonomi memburuk.

”Ada istilah Chilean Paradox, negara terlihat baik-baik saja padahal kondisi ekonomi terutama kelas menengah tidak baik-baik saja,” ungkap Amirullah yang juga dosen FEB UGM.

Tunjukkan Penurunan

Ia mengatakan Chilean Paradox terjadi karena pemerintah hanya memperhatikan pertumbuhan tanpa melihat persoalan lain. Di Indonesia juga begitu bahkan selama ini fokus pada pengentasan kemiskinan tapi melalaikan lainnya.

”Memang kemiskinan mengalami penurunan tetapi kelas menengah yang memiliki tingkat konsumsi tinggi tidak diperhatikan. Sekarang mulai terasa, banyak pengusaha bilang toko sekarang sepi pengunjung,” ujar Amirullah memberi contoh kejadian di lapangan.

Ia minta pemerintah serius memikirkan persoalan ekonomi secara keseluruhan agar basis kelas menengah tidak runtuh. Ada beberapa solusi yang bisa dilakukan seperti penguatan ekonomi, peningkatan produktivitas.

”Pemerintah perlu mengantisipasi jangan membiarkan begitu, sudah ada contoh Bangladesh dan Chili,” tandasnya.

Diskusi terbatas merupakan kerja sama Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIY, OJK DIY, ISEI Cabang Yogyakarta, Kadin DIY dan Kedaulatan Rakyat. Mereka yang berkompeten menyampaikan gagasan merespons kondisi ekonomi terkini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.