BANGKOK, bisnisjogja.id – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Daerah Istimewa Yogyakarta turut ambil bagian dalam ”GWSC Partners Learning Forum” yang digelar di Asian Institute of Technology Conference Center pada 7 Desember 2025 lalu.
Forum mengusung tema ”The Digital Leap for Inclusive Sanitation” dan menghadirkan berbagai pemangku kepentingan global, termasuk pemerintah daerah, sektor swasta, dan lembaga riset.
Partisipasi Kadin DIY menegaskan komitmen dunia usaha untuk mendukung inovasi digital dalam pengelolaan sanitasi perkotaan.
Dalam sesi diskusi, para narasumber menekankan pentingnya sistem digital terintegrasi seperti Integrated Municipal Information System (IMIS) dan e-Building Permit System (e-BPS) untuk meningkatkan layanan sanitasi.
Pengembangan Teknologi
Kadin DIY melihat peluang besar bagi pelaku usaha lokal untuk terlibat dalam pengembangan teknologi, kemitraan publik-swasta, serta penguatan kapasitas.
”Kami percaya transformasi digital di sektor sanitasi bukan hanya meningkatkan kualitas hidup masyarakat, tetapi juga membuka ruang bagi inovasi bisnis lokal,” ujar Wakil Ketua Umum Bidang Lingkungan Hidup Kadin DIY, Rahadi Saptata Abra.
Ia menegaskan, Kadin DIY berencana memfasilitasi dialog lanjutan antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan komunitas akademik untuk mempercepat adopsi teknologi sanitasi.
Langkah konkret yang diusulkan mencakup pembentukan working group untuk integrasi data sanitasi, pelatihan teknis bagi UMKM teknologi, serta penjajakan investasi pada platform digital yang mendukung pengelolaan limbah domestik.
”Kami siap menjadi jembatan antara dunia usaha dan pemerintah agar solusi digital ini benar-benar terimplementasi,” tegasnya.







