Ketua PKM DPPM 2025, Dr Dedi Pramono mengungkapkan, outbound sebagai salah satu program kerja karena efektif menjadi sarana interaksi yang menyenangkan untuk memperkuat kerja sama. Berbagai permainan kolaboratif digelar, menguji kekompakan peserta sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan. Seluruh lapisan masyarakat terlihat antusias berpartisipasi, mulai dari generasi muda hingga para sesepuh desa.
SLEMAN, bisnisjogja.id – Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) DPPM 2025 bersama Mahasiswa KKN Rekognisi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) berlangsung di Desa Wisata Pulesari, Kabupaten Sleman.
Mereka menggelar kegiatan outbound lintas generasi secara bertahap dengan konsentrasi kegiatan pada fun game dan susur sungai sisi timur dan barat.
Kegiatan melibatkan masyarakat Dusun Bokesan yang dikenal disebut Kelompok Pembudi Daya Ikan Mina Ngremboko, dengan tujuan mempererat Kembali persatuan, menumbuhkan kekompakan, meningkatkan keterlibatan warga, serta menyatukan tiga generasi sekaligus, kaum muda, setengah baya dan orangtua.
Ketua PKM DPPM 2025, Dr Dedi Pramono mengungkapkan, outbound sebagai salah satu program kerja karena efektif menjadi sarana interaksi yang menyenangkan untuk memperkuat kerja sama.
Berbagai permainan kolaboratif digelar, menguji kekompakan peserta sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan. Seluruh lapisan masyarakat terlihat antusias berpartisipasi, mulai dari generasi muda hingga para sesepuh desa.
”Kegiatan ini bukan hanya hiburan, tapi juga ruang kebersamaan. Kami ingin tiga generasi bisa bersatu, saling mendukung, dan membangun kekuatan sosial untuk memajukan Mina Ngremboko,” papar Dedi didampingi anggota tim yaitu Rendra Widyatama PhD dan Eko Ariwibowo MKom.
Susur Sungai
Peserta dari tiga generasi tersebut terlihat antusias mengikuti kegiatan sejak fun game di Pendopo 4. Dalam fun game ditekankan pada konsentrasi, kejujuran, dan keikhlasan dalam menerima ”hukuman” ketika melakukan kesalahan.

Kegiatan dilanjutkan dengan susur sungai timur dan barat. Beberapa permainan yang bisa dilampaui dengan cepat dan tepat karena ada keberanian dan kerja sama yang baik. Mereka melintasi jembatan goyang, titian pipa bambu, susupan ban, dan jaring laba-laba.
Ada pula yang yang harus dilalui dengan kerja sama memberikan informasi seperti pada tangga air, air terjun, dan hujan buatan agar tim tidak terjerembab di sungai. Semua dilakukan dengan penuh sorak tawa, kerja sama tim, serta interaksi yang hangat antar generasi.
Memang pada beberapa saat kadang ada peserta yang berupaya menjatuhkan lawan timnya, namun kemudian kembali saling bantu untuk menyelesaikan rute susur sungai semua tim, serta mencipta win win solution.
”Semoga dengan kegiatan tersebut masyarakat Bokesan pun makin menyadari tentang pentingnya kebersamaan dalam mengembangkan potensi lokal, terutama potensi budi daya ikan khususnya pada Kelompok Mina Ngremboko yang telah menjadi ikon dusun,” jelas Dedi.
Ia menegaskan, Tim PKM DPPM 2025 bersama mahasiswa KKN Universitas Ahmad Dahlan berharap Mina Ngremboko tidak hanya menjadi pusat ekonomi, juga sebagai percontohan nasional dalam rangka mewujudkan kesejahteraan bersama yang terwujud dari hasil gotong royong masyarakat setempat.
Desa Wisata Pulesari pun dapat makin memposisikan diri sebagai desa wisata yang tidak hanya mampu menciptakan kegembiraan. Lebih dari itu mampu mencipta solidaritas masyarakat dengan makin meningkat layanan, budaya kebersihan, penataan lingkungan yang lebih sopan dan menarik.






