Konsumen Selektif, Baca Kandungan dalam Produk Kecantikan

oleh -6552 Dilihat
PRODUK KECANTIKAN: Para narasumber memaparkan konsumen yang makin kritis dan cerdas memilih produk kecantikan.(Foto: istimewa)

JAKARTA, bisnisjogja.id – Literasi anak-anak muda pengguna produk kecantikan memperlihatkan peningkatan. Sebagian besar membaca kandungan dalam sebuah produk, berbahaya atau tidak bagi kulit.

Beauty Consumer Behavior and Trend Report dari Insight Factory by SOCO menyebutkan sebanyak 77 persen konsumen kecantikan membaca ulasan sebelum melakukan pembelian. Ini menandakan konsumen semakin cerdas dan selektif memilih produk.

”Anak-anak muda, khususnya Gen Z lebih berpengetahuan dan spesifik mencari tahu kandungan dan bahan aktif produk. Ini terlihat dari bahan-bahan produk yang paling banyak dicari selama 2023 antara lain centella, rice, salicylic acid, snail mucin, dan niacinamide,” papar Co-Founder & CEO Social Bella, Christopher Madiam, Kamis (8/8/2024).

Ia menyampaikan itu pada peluncuran bisnis baru, yakni Insight Factory by SOCO yang akan fokus menyajikan insight dan laporan terkini industri kecantikan. Tujuannya, membantu para pelaku industri kecantikan mengambil keputusan strategis.

Menurutnya Insight Factory by SOCO memungkinkan pelaku industri mengakses data intelligence yang selama ini menjadi secret sauce Sociolla dalam menghadirkan pengalaman kecantikan terbaik dan relevan untuk beauty enthusiast.

Big Data

”Melalui big data lebih dari enam juta SOCO anggota diolah tim riset yang handal sebagai laporan yang mencerminkan kondisi sebenarnya industri kecantikan Indonesia yang terus tumbuh. Kami berharap laporan dapat menjadi referensi utama bagi pelaku industri dalam mengambil keputusan strategis dan bersama-sama mengakselerasi kemajuan sektor kecantikan,” tandas Christopher.

VP Data Management & Business Intelligence Social Bella, Amanda Melissa menambahkan literasi kecantikan meningkat pesat berkat kemudahan akses informasi yang semakin luas di dunia digital, terutama melalui media sosial.

Hal itu mendorong brand dan pelaku industri lainnya untuk menjadi lebih kreatif, inovatif, dan relevan dengan preferensi beauty enthusiast yang semakin cerdas.

Menurutnya tren kecantikan makin condong ke arah inovasi yang lebih tinggi, seperti hybrid makeup yang juga dapat merawat kulit, pre-juvenation skincare untuk pre-peremajaan kulit, ataupun produk khusus untuk kulit sensitif.

”Konsep skinification atau rutinitas perawatan menyeluruh mulai dari wajah, tubuh hingga rambut, mulai berkembang di Indonesia, sehingga mendorong kemajuan dalam kategori produk perawatan tubuh dan rambut. Tumbuhnya peminat membuat produk perawatan tubuh dengan bahan aktif maupun produk perawatan kulit kepala makin banyak,” ujar Amanda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.