Korupsi Sudah Menjadi Kebiasaan

oleh -330 Dilihat
DISKUSI ISEI: Peserta diskusi ISEI Cabang Yogyakarta yang membahas soal korupsi.(Foto: istimewa)

JOGJA, bisnisjogja.id – Korupsi saat ini bukan sekadar karena pelakunya terdesak kebutuhan, tetapi sudah menjadi kebiasaan. Mereka yang melihat perilaki korup bisa jadi akan melakukannya juga karena tidak ada tindakan tegas.

Ketua Kafegama DIY, Bogat AR mengungkapkan itu dalam diskusi menjelang buka puasa bersama ISEI Cabang Yogyakarta.

Menurutnya, kemarakan dan kemasifan perilaku koruptif, pemerasan, penipuan, dan tidak etis lainnyamenunjukkan pelaku bukan segelintir orang, melainkan banyak orang.

”Sejarah korupsi di Indonesia demikian panjang. Korupsi sesuatu yang sangat biasa dan mendarah-daging,” ujarnya.

Hal itu, jelas Bogat, menjadi moralitas yang turun-temurun karena anak-anak hidup dan dibesarkan dalam perilaku tidak etis yang sudah dianggap biasa.

”Anak-anak akan meniru dan meneruskan perilaku tersebut sehingga pemberantasan korupsi sangat sulit,” tandasnya.

Masyarakat Muak

Dosen FEB UMY, Ahmad Ma’ruf menambahkan masyarakat sudah muak dengan suguhan informasi praktik korupsi yang masif dan terstruktur. Nilai korupsi pun semakin fantastis.

”Korupsi skala kecil seperti pungli, sogokan, komisi dan sejenis tidak dipandang kejahatan karena banyak kasus korupsi besar dan hukuman tidak membuat jera,” ujarnya.

Tidak mudah mengurainya karena sudah menjadi kanker di eksekutif, legislatif, dan yudikatif pada mayoritas level. Korupsi tak hanya pada level pusat tapi juga di daerah-daerah.

”Pejabat dan pemimpin tidak menjadi panutan publik. Apa yang diucapkan beda dengan tindakan. Butuh sapu bersih untuk membersihkan kotoran,” tegas Ma’ruf.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.