Limbah Tahu bisa Jadi Biogas, Upaya Atasi Sisa Produksi

oleh -666 Dilihat
Dekan FTP UGM Prof Eni Harmayani.(Foto: istimewa)

 

Bupati Kabupaten Magelang, Grengseng Pamuji mengapresiasi pembangunan berbasis ilmu pengetahuan di Desa Sambak. Ia menyadari setiap pembangunan perlu landasan teoritis yang jelas. Banyak yang belum mengetahui hal itu.

 

MAGELANG, bisnisjogja.id – Desa Sambak, Magelang, Jawa Tengah terkenal sebagai sentra industri tahu. Pada industri itu, yang masih menjadi persoalan adalah pengelolaan limbah. Banyak limbah yang belum dimanfaatkan secara maksimal.

Akibatnya, limbah produksi tahu menyebabkan persoalan lingkungan. Melihat kondisi demikian, Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) dan Yanmar Environmental Sustainability Support Association (YESSA) Jepang, beraksi.

Mereka mengolah limbah tahu menjadi biogas sebagai bahan bakar rumah tangga. Selain itu, tim FTP UGM juga membantu mendirikan perkebunan buah di Desa Sambak.

”Kolaborasi menghasilkan pengolahan limbah tahu menjadi biogas yang bermanfaat bagi masyarakat sebagai bahan bakar,” ungkap Dekan FTP UGM Prof Eni Harmayani.

Ia berencana menggandeng Fakultas Peternakan, Fakultas Teknik, dan Sekolah Vokasi untuk bergerak membangun Desa Sambak.

”Ini bukti bahwa ilmu harus terhilirkan ke masyarakat untuk menjawab tantangan yang ada hingga kemudian dapat menjadi pembelajaran bagi pembangunan desa lainnya,” papar Eni.

Kembangkan Potensi

Perwakilan dari YESSA, Morio Tsukada PhD mengatakan kerja sama Yanmar dan FTP UGM selama empat tahun sangat bermakna. Perkembangan Desa Sambak menuju climate smart agrotourism membentuk sebuah desa yang mampu mengembangkan potensi alam sekaligus peduli isu perubahan iklim.

Bupati Kabupaten Magelang, Grengseng Pamuji juga mengapresiasi pembangunan berbasis ilmu pengetahuan di Sambak. Ia menyadari setiap pembangunan perlu landasan teoritis yang jelas. Banyak yang belum mengetahui hal itu.

Ketua Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem FTP UGM, Prof Lilik Sutiarso, menjelaskan proses perkembangan Desa Sambak hingga kondisinya sekarang.

Permasalahan di lapangan yakni mengelola potensi yang ada, misalnya menjadi desa agrowisata dengan ciri khas tertentu. Desa Sambak harus punya keunikan agar berbeda dengan desa lainnya.

”Karena itu Desa Sambak menjadi sebuah desa agrowisata yang mengedepankan climate smart agrotourism yang juga menggabungkan teknologi digital,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.