Lindungi Masyarakat, Segera Terapkan Cukai Minuman Berpemanis!

oleh -221 Dilihat
Ilustrasi Gedung Pusat UGM.(Foto: dok UGM)

 

  • Berdasarkan data Riskedas 2023, konsumsi gula masyarakat Indonesia terlalu banyak. Prevalensi diabetes mencapai 11,3 persen yang mengidentifikasikan peningkatan signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya
  • Kebijakan cukai MBDK harus segera terlaksana mengingat kebijakan ini menjadi salah satu bentuk yang dapat dilakukan untuk mengurangi penambahan kasus penyakit diabetes.

 

JOGJA, bisnisjogja.id – Banyak pihak mendesak pemerintah agar segera memberlakukan cukai pada minuman berpemanis. Gagasan tersebut sudah lama tapi belum ada pelaksanaan nyata.

Kepala Departemen Perilaku Kesehatan, Lingkungan dan Kedokteran Sosial, FK-KMK UGM Prof Yayi Suryo Prabandari menjelaskan berdasarkan riset beberapa negara lain seperti Australia, instrumen kebijakan cukai menjadi salah satu cara yang paling efektif agar angka prevalensi diabetes bisa berkurang.

Ia menyebutkan berdasarkan dara Riskedas 2023, konsumsi gula masyarakat Indonesia terlalu banyak. Prevalensi diabetes mencapai 11,3 persen yang mengidentifikasikan peningkatan signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Salah satu pemicu kenaikan diabetes adalah munculnya Minuman Berpemanis Dalam Kemasan (MBDK) yang memiliki kadar gula sangat tinggi.

Minuman tersebut hadir dengan harga yang cukup murah dengan ketersediaan melimpah membuat konsumsinya meningkat.

Lebih Mahal

”Keberadaan cukai MBDK membuat harga produk lebih mahal sehingga masyarakat akan berpikir kembali untuk membelinya,” ujar Yayi.

Ia menjelaskan, instrumen kebijakan Cukai MBDK sudah berhasil diberlakukan di beberapa negara. Indonesia sudah menggagas kebijakan ini sejak 2016, namun belum diberlakukan hingga sekarang.

Yayi berpendapat, banyak hal yang mempengaruhi lambatnya pemberlakuannya seperti perhitungan besarnya cukai yang dilakukan oleh ahli ekonom agar memiliki keberhasilan yang tinggi.

Selain itu, ada kemungkinan adanya negosiasi dari perusahaan-perusahaan yang memproduksi minuman berpemanis. Mereka pun akan khawatir produksinya menurun.

”Kami berharap kebijakan cukai MBDK segera terlaksana mengingat kebijakan ini menjadi salah satu bentuk yang dapat dilakukan untuk mengurangi penambahan kasus penyakit diabetes,” tegasnya.

Ia pun berpesan kepada generasi muda untuk bijak berperilaku terutama mengkonsumsi makanan dan minuman manis. Di beberapa negara maju, meskipun instrumen kebijakan yang berlaku banyak, edukasi yang diberikan tetap ada.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.