Menikmati Hamparan Pasir Putih dari Glamping Pantai Ngedan

oleh -2296 Dilihat
Kadin DIY: GKR Mangkubumi dan sebagian peserta Gathering & Outbond Kadin DIY di depan Terumbu Glamping.(Foto: istimewa)

JOGJA, bisnisjogja.id – Istilah glamping atau glamour camping saat ini sudah dikenal luas. Banyak destinasi wisata yang menyediakan paket glamping. Berbagai paket glamping tersedia mulai dari yang harganya terjangkau, menengah dan atas.

Ada perbedaan antara glamping dengan camping. Perbedaan terutama pada fasilitas, ukuran, pelayanan, biaya dan keamanan. Pada glamping, fasilitas, ukuran, pelayanan dan keamanan lebih baik. Di sisi lain aktivitas glamping memerlukan biaya yang relatif lebih mahal.

Sejalan dengan meningkatkanya aktivitas wisata glamping, di Kawasan Pantai Ngedan, Saptosari, Gunungkidul DIY telah dibangun fasilitas glamping beserta infrastruktur pendukungnya. Wisata glamping dan fasilitas pendukung, seperti restoran dikelola oleh manajemen ”Terumbu Glamping” dan ”Terumbu Gallery & Eatery”.

Pasir Putih

Lokasi Pantai Ngedan, Krambil Sawit, Saptosari, Gunungkidul sekitar 49,2 km dari Kota Yogyakarta melalui Jalan Imogiri Barat. Jika lewat jalan Wonosari jaraknya sekitar 55 km dengan waktu tempuh sekitar dua jam. Pantai tersebut berada di antara bukit dengan hamparan pasir putih dan pemandangan yang mempesona.

”Tujuan utama kami membangun glamping beserta fasilitas pendukungnya adalah pemberdayaan bagi masyarakat di sekitar lokasi,” ungkap salah satu pemilik, Dian Ariani. Ia juga salah satu pemilik ”Girimanah Resto” di Kawasan Nanggulan, Kulonprogo.

FASILITAS NYAMAN: Terumbu Glamping di Pantai Ngedan, Krambil Sawit, Saptosari, Gunungkidul.(Foto: Y Sri Susilo)

Dian menjelaskan, pengembangan usaha di Pantai Ngedan untuk membangun ekosistem pantai bagi masyarakat Krambil Sawit dan sekitarnya. Ekosistem yang dimaksud, merawat alam dan menjaga pantai agar tetap bersih.

”Kami ingin mengembangkan kewirausahaan sosial (social enterpreunership) di sekitar Pantai Ngedan,” ungkap Dian yang juga Bendahara Kadin DIY.

Hasil Bumi

Kewirausahaan sosial tersebut adalah mengembangkan usaha berbasis hasil bumi (garam laut), usaha perdagangan mikro/kecil (warung-warung makan) dan industri kreatif (kerajinan lokal).

Menurut Dian, sebagai keluarga besar Kadin DIY, tentu tidak hanya berpikir bisnis namun beraktivitas sosial dengan ikut memberdayakan masyarakat Krambil Sawit. Pemberdayaanmeliputi melibatkan dalam kegiatan bisnis, membantu menangani stunting, membantu membangun rumah layak huni dan lainnya.

”Saya berharap Terumbu Glamping serta Terumbu Gallery & Eatery benar-benar dapat bermanfaat bagi masyarakat sekitarnya,” ujar Ketua Kadin DIY, GKR Mangkubumi ketika meresmikan glamping.

Ia juga berharap dapat mendorong serta meningkatkan potensi wisata bahari di Gunungkidul.
Harapan tersebut disampaikan bersamaan dengan acara ”Gathering & Outbond Kadin DIY” yang diikuti sekitar 50 orang perwakilan Pengurus Kadin DIY, Kota Yogyakarta, Kabupaten Gunungkidul, Kabupaten Bantul, Kabupaten Sleman dan Kabupaten Kulon Progo.

Dalam kesempatan tersebut, juga dikenalkan produk garam dari masyarakat setempat. Produk tersebut diberi nama ”Asine Sarem” oleh GKR Mangkubumi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.