Metode Sentrifugasi VCO Lebih Sederhana, Mudah, dan Hasil Lebih Baik

oleh -468 Dilihat
ALAT VCO: Penyerahan alat baru sentrifugasi pembuat virgin coconut oil (VCO) kepada Kelompok Sadar Wisata Desa Bojong, Kulon Progo.(Foto: istimewa)
  • Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) menyumbangkan alat sentrifugasi pembuat virgin coconut oil (VCO) kepada Kelompok Sadar Wisata Desa Bojong, Panjatan, Kulon Progo. Alat sentrifugasi merupakan rangkaian hibah program pendampingan masyarakat dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) tahun anggaran 2025.

 

JOGJA,bisnisjogja.id – Metode sentrifugasi pembuat virgin coconut oil (VCO) ternyata mampu menghasilkan produk yang lebih baik. Kecuali itu, prosesnya lebih sederhana dan mudah.

Pembuat VCO Desa Bojong, Kulon Progo, mengungkapkan itu ketika telah mencoba mempraktikkan pembuatan VCO dengan alat sentrifugasi.

Alat tersebut merupakan bantuan Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY). Tim menyumbangkan sebuah alat sentrifugasi pembuat virgin coconut oil (VCO) kepada Kelompok Sadar Wisata Desa Bojong, Panjatan, Kulon Progo.

Ketua Tim Pengabdian UAJY, Dr Anna Pudianti menyerahkan langsung bantuan kepada Ketua Pokdarwis Desa Bojong, Muhammad Ikhwan.

Alat sentrifugasi tersebut merupakan rangkaian hibah program pendampingan masyarakat dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) tahun anggaran 2025.

Pelatihan Pembuatan

Selain bantuan alat, tim juga meggelar pelatihan pembuatan VCO dengan narasumber Boy Rahardjo Sidharta, MSc. Metode pembuatan VCO teknik sentrifugasi yakni memisahkan VCO dengan air dan sisa santan berdasarkan perbedaan berat jenis.

Metode sentrifugasi menurut beberapa peserta lebih sederhana, mudah, dan hasilnya lebih baik dibandingkan metode pembuatan VCO yang pernah dilakukan di Desa Bojong.

”Kami yakin pokdarwis dapat mengembangkan VCO sebagai salah satu daya tarik wisata Desa Bojong beserta keunggulan produk-produk berbasis kelapa lainnya,” papar Boy.

Air Kecambah

Kelapa sarat manfaat, mulai dari akar sampai daunnya berguna untuk kehidupan manusia. Buah kelapa merupakan penghasil VCO, sedangkan air kelapa dapat menjadi nata de coco.

Beberapa peserta pelatihan pernah membuat nata de coco, namun berhenti karena adanya larangan penggunaan ZA sebagai bahan pembuatan nata de coco.

”Kandungan ZA dapat diganti dengan air rebusan kecambah yang lebih alami, aman, dan menyehatkan bagi konsumen,” imbuh Boy.

Kepala Desa Bojong, Agoes Prihatno menyampaikan apresiasi kepada Tim Pengabdian UAJY. Tim pengabdian UAJY telah menumbuhkan semangat para pengurus desa wisata.

”Kami berharap semangat yang baik ini terus meningkat seiring dengan rencana kelurahan mengangkat Bojong sebagai desa wisata berbasis kelapa,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.