Nuansa Lebaran Mulai Terasa, Pedagang Jangan Nuthuk Pengunjung

oleh -263 Dilihat
ATRAKSI BUDAYA: Ilustrasi atraksi budaya menyambut pengunjung ke Yogyakarta.(Foto: Priyo Wicaksono)

JOGJA, bisnisjogja.id – Pergerakan masyarakat menjelang Lebaran mulai terasa. Arus lalu lintas dan pusat perbelanjaan seperti pasar, mal, dan lainnya pun agak ramai.

”Meskipun kelihatannya agak menurun dibanding tahun-tahun sebelumnya, pemudik mulai membanjiri DIY,” kata Guru Besar FBE UII, Edy Suandi Hamid, Sabtu (29/3/2025).

Hal itu tentu sangat positif bagi perekonomian DIY karena mereka membawa uang dan pasti berbelanja.

Berbeda dengan wisatawan yang datang ke Yogyakarta pada hari biasa. Pemudik sudah menabung lama untuk keperluan mudik setiap Lebaran.

”Saat mudik mereka membelanjakan uang di kampung halamannya. Ini berarti ada pengeluaran konsumsi yang meningkatkan PDRB DIY,” ujar Edy yang juga Rektor UWM Yogyakarta.

Pola Rutin

Pola ekonomi Lebaran menurut Edy rutin terjadi setiap tahun. Masyarakat DIY harus bisa memanfaatkan peluang agar mereka berbelanja produk lokal.

”Kita melihat lokasi pariwisata penuh dengan kehadiran pengunjung. Hotel juga biasanya penuh. Ini menggerakkan ekonomi daerah,” imbuhnya.

Edy menyarankan agar para pemudik dan wisatawan puas, masyarakat harus menyambut tamunya secara baik.

Tempat wisata harus berbenah supaya lebih menarik dan memberi kenikmatan pada pemudik dan pelancong.

”Pedagang, penyedia jasa berikan harga wajar dan jangan sekali-sekali memberi harga ”nuthuk” yang bisa merugikan konsumen, dan akhirnya DIY juga rugi,” pintanya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.