Paus Fransiskus: Terowongan Istiqlal-Katedral Sarana Dialog dan Persaudaraan

oleh -1409 Dilihat
MENJAGA PERDAMAIAN: Paus Fransiskus dan Imam Besar Nasaruddin Umar menandatangani dokumen kemanusiaan di Masjid Istiqlal.(Foto: Tim Media Panitia Penyambutan Paus Fransiskus)

JAKARTA, bisnisjogja.id – Pemimpin umat Katolik sedunia, Paus Fransiskus menekankan pentingnya mempererat persaudaraan. Pada pertemuan dengan para tokoh agama di Masjid Istiqlal Jakarta, Paus menyinggung terowongan Istiqlal-Katedral bisa menjadi sarana perjumpaan, dialog dan persaudaraan.

Di depan para tokoh agama, Paus mendorong seluruh tokoh agama bersama-sama mengembangkan spiritualitas dan mengamalkan agama masing-masing. Mereka dapat berkontribusi pada pembangunan masyarakat yang terbuka atas dasar sikap saling menghargai dan mengasihi satu sama lain.

”Mampu melindungi diri dari kekerasan hati fundamentalisme dan ekstrimisme yang selalu berbahaya dan tak pernah dapat dibenarkan,” ujar Paus.

Pada pertemuan itu, Paus Fransiskus menyampaikan dua pesan khusus. Pertama, selalu melihat segala sesuatu secara mendalam karena hanya dengan demikian dapat menemukan apa yang menyatukan di balik perbedaan.

Ia mengajak untuk memandang secara mendalam dan memahami apa yang mengalir di dalam hati manusia dan menemukan bahwa semua adalah saudara. Seluruh peziarah dalam perjalanan menuju Allah, dan itu melampaui semua hal membedakan.

Jaga Ikatan

Pesan kedua, Paus meminta umat agar menjaga ikatan terowongan yang dibangun dari satu sisi ke sisi lain untuk menciptakan hubungan antara dua tempat yang berbeda dan berjauhan.

”Kadang-kadang kita berpikir bahwa perjumpaan antara agama-agama adalah soal mencari titik temu antara doktrin dan pengakuan agama yang berbeda dengan segala cara. Namun kenyataannya pendekatan semacam itu bisa saja berakhir dengan perpecahan karena doktrin dan dogma masing-masing pengalaman keagamaan berbeda,” papar Paus.

Karena itu, ia menekankan semua pihak mendekatkan diri satu sama lain dengan menyelaraskan perbedaan-perbedaan yang ada, meningkatkan persahabatan dan rasa saling menghargai, serta terbuka satu sama lain.

”Semua pihak perlu berkomitmen untuk mencari kebenaran bersama dengan belajar dari tradisi agama pihak lain, bekerja sama untuk maju bersama membela martabat manusia dalam memerangi kemiskinan dan memajukan perdamaian. Persatuan merupakan hasil dari rasa saling menghormati dan menghargai pendapat orang lain,” tandas Paus.

Pada pidato sekaligus pesan terakhirnya, Paus mengajak semua pihak untuk meneguhkan kerukunan umat beragama demi kemanusiaan dan bertanggung jawab menghadapi krisis serius dan terkadang dramatis yang mengancam masa depan umat manusia khususnya perang dan konflik.

”Jangan sia-siakan anugerah Indonesia, terutama kepada kaum muda semoga tidak ada seorangpun yang terjerumus dalam pesona fundamentalisme. Terima kasih atas senyum ramah Anda yang selalu terpancar di wajah. Teruslah berpegang pada semangat Bhinneka Tunggal Ika, meski berbeda-beda tetapi tetap satu jua,” tutup Paus Fransiskus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.