JOGJA, bisnisjogja.id – Produsen susu anak asli Yogyakarta, PT Sarihusada Generasi Mahardhika (SGM) merayakan ulang tahun ke-70. Perusahaan tersebut berusaha selalu memenuhi kebutuhan gizi anak supaya mereka bertumbuh kembang maksimal.
Perayaan ulang tahun berlangsung di Lapangan Kenari, Yogyakarta, Minggu (25/8/2024). Ribuan orang mengikuti berbagai kegiatan mulai dari senam, pawai, permainan anak, cek kadar zat besi dan lainnya.
Ketua Umum (Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Seto Mulyadi mengungkapkan pentingnya perlindungan pada anak-anak. Semua pihak harus memperhatikan serius persoalan tersebut.
”Perlindungan pada anak bertujuan menjamin terpenuhinya hak-hak anak agar dapat tumbuh dan berkembang secara optimal,” tandas Kak Seto, panggilan akrabnya, di sela-sela perayaan 70 tahun SGM.
Menurutnya, hal itu juga sejalan dengan amanat Undang-undang Perlindungan Anak yang menegaskan setiap anak berhak untuk dapat hidup, tumbuh, berkembang dan berpartisipasi secara wajar sesuai dengan harkat martabat kemanusiaan.
Beri Akses
Kak Seto menegaskan, tugas semua pihak memberikan akses dan semangat kepada anak-anak Indonesia agar dapat tumbuh-kembang menjadi generasi maju yang cerdas, kreatif, berani dan penuh semangat. Sektor swasta perlu memberi dukungan terbaik bagi anak-anak di Indonesia.
Corporate Communications Director Danone Indonesia, Arif Mujahidin menjelaskan Sarihusada sejak 70 tahun lalu, tepatnya 1954, hadir sebagai perusahaan hasil kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).
Tugasnya, mengembangkan program khusus untuk menunjang kecukupan protein nasional guna membantu mengatasi masalah kekurangan gizi atau malnutrisi pada masa itu.
”Sesuai visinya, Sarihusada memelopori pengembangan produk-produk bernutrisi sampai akhirnya merek SGM lahir dan berkembang menjadi SGM Eksplor yang dapat menjangkau masyarakat Indonesia secara luas,” papar Arif.
Head of Brand SGM Eksplor, Patrisia Marlina menambahkan pihaknya terus melakukan inovasi nutrisi dalam SGM Eksplor untuk menjawab tantangan gizi anak. Pasalnya, saat ini masih banyak anak Indonesia mengalami anemia atau kekurangan zat besi yang dapat mengancam tumbuh kembang optimal.
”Kami terus melakukan riset dan inovasi secara berkelanjutan melalui riset bertaraf internasional di pabrik Yogyakarta. Pabrik ini juga merupakan pabrik pertama kami yang terus aktif sejak berdiri di 1954 lalu,” jelasnya.





