”Transformasi digital bukan adopsi digital semata, tetapi juga jalan peradaban untuk meneguhkan Muhammadiyah sebagai organisasi yang besar, modern, dan senantiasa melayani umat dengan keunggulan”.
JOGJA, bisnisjogja.id – Ketua Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) PP Muhammadiyah, Prof Muchlas menegaskan perlunya sistem tata kelola data yang kokoh, terpercaya, dan relevan dengan perkembangan dinamika zaman.
Hal itu sangat penting untuk mengelola organisasi besar Muhammadiyah. Pasalnya, Muhammadiyah merupakan salah satu organisasi keagamaan terbesar di dunia dan satu-satunya yang menjadi pelopor integrasi satu data.
”Ciri-ciri keunggulan tata kelola akan tercermin dari cara kita memberikan layanan,” tandas Muchlas yang juga Rektor Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta.
Ia menjelaskan, transformasi digital Muhammadiyah selama ini melalui mekanisme bottom up dan bersifat parsial, sehingga menghasilkan sistem tata kelola yang beragam dan terdistribusi di berbagai entitas yang ada di lingkungan persyarikatan Muhammadiyah.
Kondisi tersebut mendorong persyarikatan untuk membangun sistem terintegrasi satu data Muhammadiyah, melalui platform digital Satu Data Muhammadiyah (SatuMu).
Gandeng Mitra
Pada pengembangan SatuMu, MPI menggandeng Bank Danamon Syariah, salah satu mitra yang telah lama bekerja sama dengan Muhammadiyah. Keduanya memperbaharui kerja sama dengan menandatangani MoU.
Menurut Direktur Utama PT Bank Danamon Indonesia, Ejima Daisuke, kolaborasi penting antara Muhammadiyah dan Danamon merupakan langkah baru dan simbol untuk memulai program SatuMu.
Dengan begitu, persyarikatan bisa melakukan program-program yang terdigitalisasi secara integratif ke sebuah sistem.
Danamon sebagai MUFG group yang memiliki banyak anak perusahaan, berupaya meningkatkan layanan bagi mitranya, termasuk dalam kolaborasi dengan Muhammadiyah.
Jaringan global Danamon bersama dengan MUFG sebagai perusahaan induk tersedia di lebih dari 40 pasar di seluruh dunia, termasuk di negara-negara yang terdapat Pengurus Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM), seperti di Jepang, Malaysia, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Australia.





