Perlu Perhatian, Literasi Keuangan Remaja Rendah

oleh -2243 Dilihat
SISWA SMA: Direktur Utama ICDX, Fajar Wibhiyadi, menerima kunjungan siswa SMA.(Foto: istimewa)

JAKARTA, bisnisjogja.id – Literasi keuangan remaja tergolong rendah. Karena itu perlu perhatian semua pihak agar para remaja melek literasi keuangan.

Hal itu terungkap ketika Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) atau Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia, menerima kunjungan siswa SMA Budi Cendekia Islamic School.

Direktur Utama ICDX, Fajar Wibhiyadi, menjelaskan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2024 yang dirilis Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Badan Pusat Statistik (BPS) memaparkan tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia.

”Pada masyarakat usia 15-17 tahun hanya 51,70 persen. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan kelompok usia 18-25 tahun pada 70,19 persen, 26-35 tahun yang mencapai 74,82 persen, dan 36-50 tahun pada 71,72 persen,” jelas Fajar.

Sejak Dini

Ia menilai rendahnya literasi keuangan khususnya usia remaja, tentu menjadi pekerjaan rumah semua pihak, khususnya para pemangku kepentingan di sektor keuangan dan investasi.

”Perlu upaya terus-menerus memberikan pemahaman sejak dini kepada masyarakat tentang keuangan dan investasi. Kelak, saat golongan remaja memasuki masa produktif telah memahami dengan baik,” tandas Fajar.

Pihaknya sebagai salah satu Self-Regulatory Organization industri Perdagangan Berjangka Komoditi, telah menjalankan program literasi secara berkelanjutan yang menyasar masyarakat sejak usia remaja.

Salah satu upaya, memberikan literasi tentang investasi khususnya di sektor perdagangan berjangka komoditi bagi siswa sekolah tingkat SMA.

”Literasi ini sangat penting bagi generasi muda agar dapat memanfaatkan investasi yang tepat dan juga terhindar berbagai berbagai risiko keuangan, seperti penipuan dan investasi bodong,” tegas Fajar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.