JOGJA, bisnisjogja.id – Bagaimana anak muda melihat batik dan kulit yang bisa menjadi produk menarik? Politeknik ATK Yogyakarta mengupas tuntas cara pandang anak-anak muda sekaligus memotivasi supaya mereka semakin berani kreatif dan inovatif.
Kupas tuntas inovasi batik dan kulit tersebut merupakan bagian dari Jogja Fashion Week atau JFW ke-19 yang telah berlangsung beberapa hari lalu. Ada banyak aktivitas dalam JFW, antara lain fashion show, fashion exhibition, seminar, kompetisi, karnaval dan bisnis.
Dosen Desain, Galuh Puspita Sari mengungkapkan Politeknik ATK Yogyakarta sebagai perguruan tinggi vokasi di bidang perkulitan dalam naungan Kementerian Perindustrian,berpartisipasi memeriahkan perhelatan JFW 2024.
”Gerai Politeknik ATK menampilkan karya-karya produk fesyen dan aksesoris berbahan kulit hasil kreasi binaan inkubator bisnis,” ujar Galuh.
Hasil Karya
Politeknik ATK Yogyakarta juga menjadi salah satu pengisi acara pada tanggal 25 Agustus 2025 dengan acara talkshow dan fashion show. Diskusi fokus pada tukar pikiran tentang desain, yang dikemas santai.
Diskusi juga membedah karya mahasiswa Politeknik ATK, Grace dan Nenden yang mengimplementasikan karya busana dari kulit dan kombinasi batik.
Galuh menjelaskan kampus sangat antusias mengapresiasi hasil karya mahasiswanya dalam JFW 2024 melalui Fashion Show Politeknik ATK Yogyakarta. Total busana kulit yang tampil yakni 20 desain dan diperagakan 10 Duta Mahasiswa ATK.
Project Busana Kulit 2024 yang tampil dalam JFW 2024 mengambil tema ”Tradition Transformed: Batik and Leather”. Ini mengubah cara pandang terhadap batik dengan inovasi kulit, menunjukkan elemen tradisional dapat diubah menjadi fesyen yang segar dan berani.
”Kami berharap ini dapat menjadi angin segar bagi insan kreatif Yogyakarta dalam mengembangkan kombinasi kulit dan batik,” tandas Galuh.





