Saatnya Indonesia Jadi Produsen, Indosat Dukung Pengembangan Infrastruktur AI

oleh -365 Dilihat
KECERDASAN BUATAN: Indosat Ooredoo Hutchison dan GoTo Group bekerja sama mengembangkan kecerdasan buatan.(Foto: istimewa)

JAKARTA, bisnisjogja.id – Selama ini Indonesi terkenal sebagai pengguna kecerdasan buatan (AI). Melihat perkembangan SDM, Indonesia sudah saatnya menjadi produsen AI.

Buktinya, Indonesia meluncurkan Sahabat-AI, model bahasa besar (LLM) dengan 70 miliar parameter. Indosat Ooredoo Hutchison dan GoTo Group yang mengembangan model tersebut.

Hal itu bukan hanya simbol kemajuan teknologi, tetapi juga representasi nyata dari kolaborasi, kemandirian, dan gotong royong digital Indonesia.

”Saat ini Indonesia adalah salah satu negara dengan konsumsi AI tertinggi di dunia. Sekarang saatnya kita beralih, dari hanya pengguna menjadi produsen,” tandas CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha.

Berbeda

Vikram menjelaskan, yang membedakan Sahabat-AI dari banyak LLM global lainnya bukan hanya jumlah parameter tapi juga efisiensi dan kedaulatan infrastrukturnya.

Penopang model yakni GPU Merdeka, sovereign cloud dari AI Factory Lintasarta yang merupakan bagian dari Indosat Group. Bermodalkan GPU dari NVIDIA, pengoperasian model ini jauh lebih efisien dibanding banyak LLM global yang membutuhkan lebih banyak GPU.

”GPU Merdeka merupakan GPU-as-a-Service (GPUaaS) pertama di Indonesia yang sepenuhnya dibangun dan dioperasikan di dalam negeri oleh talenta local,” jelas Vikram.

Layanan tersebut mengandalkan infrastruktur superkomputer berbasis teknologi NVIDIA dan menghadirkan akses terhadap kemampuan generative AI, machine learning, rendering, serta aplikasi CAD dengan latensi rendah dan efisiensi energi tinggi.

Bahkan, GPU Merdeka kini menjadi tulang punggung penting dalam mendukung pengembangan model-model AI lokal seperti Sahabat-AI.

GoTo

CEO GoTo, Patrick Walujo mengungkapkan awalnya mereka mencari mitra pengembangan dari luar negeri, termasuk Amerika Serikat.

Namun akhirnya bersama Indosat dengan dukungan NVIDIA, barulah emiten teknologi ini berhasil menciptakan LLM untuk kebutuhan peningkatan pengalaman penggunanya.

Kini, hanya dalam waktu sekitar 200 hari, Indonesia telah memiliki LLM dengan 70 miliar parameter, lompatan besar dari sebelumnya yang hanya tujuh dan sembilan miliar.

”Ini bukan hanya soal angka, tapi tentang semangat untuk membuka akses. Sahabat-AI bukan hanya milik Indosat dan GoTo, tapi milik kita semua. Ini semangat gotong royong digital Indonesia,” tandas Vikram.

Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Meutya Hafid, memberikan apresiasi tinggi atas peluncuran tersebut. Ia berharap Indonesia sekelas dengan negara lain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.