Mayoritas Pengguna UMKM, Layanan QRIS Meluas ke Berbagai Negara

oleh -478 Dilihat
PELUNCURAN: Jajaran Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan saat peluncuran BI-OJK Hackathon 2025.(Foto: istimewa)

JOGJA, bisnisjogja.id – Sejak peluncuran Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2025–2030, Indonesia telah mencatat sejumlah pencapaian penting. Lebih dari 56 juta pengguna dan 38 juta merchant QRIS, mayoritas merupakan pelaku UMKM.

Selain itu, QRIS juga telah terinterkoneksi lintas negara dengan Malaysia, Singapura, dan Thailand. Bahkan, QRIS akan terhubung dengan Jepang mulai 17 Agustus 2025, dan segera uji coba untuk Tiongkok dan Arab Saudi.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan itu pada peluncuran BI-OJK Hackathon 2025, ajang kompetisi inovasi layanan keuangan digital bertema ”Empowering the Future: Innovating Digital Services and Financial Solutions for Inclusive Growth and Resilient Economy”.

”Catatan penting lainnya, pertumbuhan pesat transaksi BI-Fast yang cepat, mudah, murah, aman, dan andal,” ujar Perry.

Berikutnya, implementasi Standar Nasional Open API Pembayaran (SNAP) untuk interoperabilitas antarpelaku.

Juga elektronifikasi program sosial dan Kartu Kredit Indonesia guna mendukung transaksi pemerintah di pusat dan daerah. Tak ketinggalan, reformasi regulasi untuk memperkuat industri pembayaran nasional.

Terbuka

Kegiatan BI-OJK Hackathon 2025 merupakan ajang kompetisi inovasi layanan keuangan digital. Kompetisi terbuka bagi masyarakat umum, dengan kategori profesional maupun mahasiswa, dengan periode pendaftaran mulai 5 Juni hingga 11 Juli 2025.

Kick-off Hackathon dilakukan oleh Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta dan Kepala Eksekutif Pengawas ITSK, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK Hasan Fawzi, bertempat di Kompleks Perkantoran BI, Jakarta (5/6/2025).

Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar menambahkan pengembangan sektor keuangan yang terintegrasi dan berbasis digital di Indonesia dapat meningkatkan inklusi dan literasi keuangan.

Hal itu mempercepat pertumbuhan ekonomi, meningkatkan efisiensi pasar keuangan, serta memperkuat daya saing.

Dengan demikian, dalam rangka mendorong inovasi di Ekosistem Keuangan Digital, kegiatan Hackathon menjadi jembatan penghubung dalam pengembangan inovasi keuangan digital dan solusi kreatif untuk menciptakan kesejahteraan serta kemajuan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.