Saatnya Kurangi Dokumen Fisik, Solusi Atasi Sampah Kampus

oleh -837 Dilihat
PILAH SAMPAH: Pengelolaan sampah sejak dini mulai dari pemilahan di tempat pembuangan sampah.(Foto: dok UGM)

JOGJA, bisnisjogja.id – Sampah menjadi persoalan besar apalagi di Yogyakarta yang sedang berjuang supaya bisa terkelola secara baik. Ini memerlukan kesadaran semua pihak supaya sampah sejak dini dikelola dari tingkatan paling awal yakni keluarga, tempat kerja dan lainnya.

Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM, salah satu lembaga yang menata sampah sejak dini. Fakultas menunjukkan komitmen pengelolaan sampah dan pemanfaatan energi berkelanjutan.

”Berbagai inisiatif telah kami iimplementasikan untuk menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan ramah lingkungan, sejalan dengan prinsip keberlanjutan,” tandas Kepala Kantor Administrasi FEB UGM, Nur Bakti Susilo.

Ia mengungkapkan, kampus berupaya mengurangi timbulan sampah dalam berbagai aktivitas kampus dengan sejumlah program pengelolaan sampah di lingkungan kampus.

Upaya tersebut mendorong penerapan prinsip 5 R (Reduce, Reuse, Recycle, Replace, dan Replant) bagi seluruh civitas akademika dan staf profesional untuk mengurangi dampak lingkungan dari aktivitas sehari-hari di kampus.

“Untuk mengurangi timbulan sampah, terutama sampah botol plastik sekali pakai, kami mendorong mahasiswa, dosen, serta staf profesional untuk menggunakan tumbler maupun tas belanja,” jelasnya.

Basis IT

Ia memaparkan, selain mendorong perilaku mengganti bahan-bahan yang berpotensi mencemari lingkungan seperti penggunaan tumbler dan kantong belanja, FEB juga mengarahkan seluruh proses bisnisnya dilakukan berbasis IT.

”Kami berusaha mengurangi produksi dokumen fisik sehingga proses bisnis lebih ramah lingkungan,” imbuh Susilo.

Kampus juga mendorong aksi pantang, pilah, dan pilih sampah guna menciptakan nilai tambah sampah. Tersedia fasilitas tempat sampah sesuai dengan jenisnya yaitu organik, anorganik, dan daur ulang.

Sampah organik mereka kelola dan olah menjadi pupuk dengan pembuatan biopori di lingkungan kampus. Sampah sisa makanan menjadi pakan ikan dan unggas sedangkan sampah daur ulang yang telah dipilah dijual kepada pengepul.

Energi Terbarukan

Selain pengelolaan sampah, FEB UGM juga mengambil inisiatif mewujudkan keberlanjutan dengan mengadopsi energi terbarukan melalui pemasangan panel surya.

Langkah tersebut bertujuan menghemat penggunaan energi listrik sehingga menciptakan efisiensi energi dalam jangka panjang. Pemanfaatan panel surya juga dapat mengurangi emisi karbon yang berkontribusi pada perubahan iklim.

”Kami berencana memperluas inisiatif keberlanjutan dengan mengajak seluruh warga kampus berpartisipasi aktif. Edukasi pentingnya pengelolaan sampah dan penggunaan energi ramah lingkungan terus kami lakukan melalui berbagai program kampus,” tegas Susilo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.