Sawit Tak Mampu Gantikan Peran Hutan Alami

oleh -23 Dilihat
Dosen Agroteknologi UMY, Dr Lis Noer Aini.(Foto: dok UMY)

JOGJA, bisnisjogja.id – Perkebunan kelapa sawit tidak akan pernah mampu menggantikan peran hutan alami, terutama dari sisi ekologi dan keberlanjutan lingkungan.

Dosen Agroteknologi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Dr Lis Noer Aini menegaskan hal itu di kampusnya, Sabtu (3/1/2025).

Menurut Lis, perbedaan mendasar antara hutan alami dan kebun sawit terletak pada struktur vegetasi dan sistem ekologinya. Hutan memiliki struktur multistrata dengan keanekaragaman tanaman, satwa, hingga mikroorganisme tanah yang saling menopang.

”Sebaliknya, perkebunan sawit bersifat monokultur sehingga hanya mendukung jenis kehidupan tertentu,” ungkap Lis.

Kondisi tersebut berdampak pada penurunan keanekaragaman hayati. Ekosistem hutan memungkinkan rantai makanan berjalan seimbang, sementara sistem monokultur sawit membuat banyak spesies kehilangan habitat.

Hutan Lebih Efektif

Lis menjelaskan dari sisi lingkungan global, hutan jauh lebih efektif dalam menyerap dan menyimpan karbon.

”Keberagaman lapisan tajuk hutan membuat penyerapan karbon berlangsung optimal. Pada kebun sawit, karbon lebih mudah terlepas kembali ke atmosfer dan memicu peningkatan gas rumah kaca,” ujarnya.

Ia menambahkan, alih fungsi hutan ke tanaman monokultur turut memengaruhi iklim mikro, meningkatkan suhu, dan mempercepat degradasi ekosistem.

Meski demikian, ia menegaskan kritiknya bukan penolakan terhadap sawit sebagai komoditas ekonomi.

Menurutnya, pengembangan sawit tetap bisa berjalan sepanjang mematuhi prinsip tata ruang dan keberlanjutan lingkungan, sesuai Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang.

”Hutan merupakan sistem kehidupan sedangkan sawit adalah sistem produksi. Keduanya harus dijaga agar seimbang. Jika hanya mengejar produksi, kerusakan lingkungan tak terhindarkan,” tegas Lis.

No More Posts Available.

No more pages to load.