JOGJA, bisnisjogja.id – Tim peneliti UGM mengembangkan Geoportal Informasi Dasar Kebencanaan berbasis data spasial untuk mendukung penanganan bencana di Sumatra. Platform tersebut untuk memenuhi kebutuhan data krusial pada fase tanggap darurat, mulai dari needs map, peta area terdampak, hingga rapid damage assessment map.
Dekan Fakultas Geografi UGM, Prof Muhammad Kamal menjelaskan program itu berangkat dari persoalan klasik dalam manajemen bencana, yakni ketimpangan distribusi bantuan akibat minimnya data spasial yang akurat.
”Pendekatan berbasis data menjadi kunci agar penyaluran bantuan lebih tepat sasaran,” tandas Kamal, Minggu (4/1/2025).
Pengembangan program melibatkan Fakultas Geografi, Program Studi Teknik Geodesi Fakultas Teknik, serta Program Studi Sistem Informasi Geografis Sekolah Vokasi UGM.
Hasilnya, enam luaran peta, antara lain peta fasilitas kesehatan dan shelter, peta permukiman terdampak, needs map, peta area terdampak banjir, peta perbandingan kondisi sebelum dan sesudah banjir, serta peta aksesibilitas jaringan jalan.
Inisiator Teknis Pengembangan
Wakil Dekan Fakultas Geografi UGM, Dr Sigit Heru Murti BS menambahkan Fakultas Geografi berperan sebagai inisiator dan koordinator teknis pengembangan WebGIS partisipatif berbasis crowdsourcing.
Melalui sistem tersebut, masyarakat terdampak dapat melaporkan kebutuhan secara langsung lengkap dengan lokasi, sementara dosen dan mahasiswa bertindak sebagai pusat verifikasi data.
Selain itu, tim juga memanfaatkan citra satelit resolusi tinggi dari Disasters Charter PBB melalui kerja sama dengan BRIN untuk memetakan tingkat kerusakan secara cepat.
Hasil pemetaan kemudian diadopsi BNPB melalui Dashboard WebGIS InaRISK. Needs map perdana yang dirilis pada 6 Desember 2025 tercatat menerima puluhan laporan hanya dalam hitungan jam.
Meski menghadapi tantangan validasi dan pembaruan data, Kamal menegaskan keterlibatan dosen dan mahasiswa menjadi kekuatan utama dalam menjaga kualitas informasi.
Ia menilai pemetaan kebencanaan berbasis data spasial ini bukan hanya sarana pembelajaran, tetapi juga kontribusi nyata UGM dalam mendukung penanganan bencana dan meminimalkan risiko di wilayah Sumatra.





