JAKARTA, bisnisjogja.id – Semen Indonesia mengambil langkah strategis dalam mendukung pemulihan pascabencana di Sumatra Barat dengan mengirimkan 36.000 unit bata interlock presisi. Perusahaan plat merah tersebut menargetkan pembangunan hunian tetap (huntap) di Kampung Talang, Kota Padang, dapat berjalan lebih cepat, tangguh, dan efisien secara biaya.
Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, menegaskan masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi membutuhkan hunian layak dalam waktu singkat. Ia menyebut bata interlock sebagai solusi konstruksi modern yang mampu memangkas durasi pembangunan tanpa mengurangi kekuatan struktur bangunan.
Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra, memimpin langsung seremoni pengiriman perdana produk inovatif itu di kawasan Pabrik Indarung PT Semen Padang. Kehadiran jajaran Dewan Komisaris dan Direksi SIG dalam acara tersebut mempertegas komitmen korporasi dalam mengawal proyek kemanusiaan berbasis infrastruktur ini.
Manajemen SIG mengembangkan bata interlock presisi sebagai produk derivatif yang sejalan dengan program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Inovasi ini mendukung visi pemerintah dalam percepatan pemerataan infrastruktur perumahan serta penguatan kawasan permukiman yang berkelanjutan di seluruh Indonesia.
Ciptakan Hunian Berkualitas
”Keterlibatan SIG dalam proyek bertujuan menciptakan ekosistem perumahan nasional yang lebih tangguh terhadap ancaman bencana alam. Perusahaan optimistis teknologi bata interlock mampu menyediakan hunian berkualitas dengan harga yang tetap terjangkau bagi masyarakat luas,” papar Vita.
Proyek pembangunan huntap di Kelurahan Kapalo Koto melibatkan kolaborasi erat antara SIG, Kadin Sumatra Barat, dan Kadin Indonesia. Sinergi lintas sektor memastikan implementasi teknologi konstruksi tepat guna langsung menyasar para korban bencana yang kehilangan tempat tinggal.
Semen Indonesia menjamin ketersediaan pasokan bata interlock yang diproduksi melalui anak usahanya, PT Semen Padang, tetap berada pada level memadai. Pada rumah tipe 36, kapasitas produksi perusahaan mampu menyokong pembangunan hingga 120 unit hunian setiap bulannya.
Perluas Jangkauan Distribusi
Perusahaan juga berencana memperluas jangkauan distribusi produk ke wilayah Sumatera Utara dan Aceh guna memenuhi kebutuhan pasar konstruksi di sana. Langkah ekspansi memperkuat posisi SIG sebagai pemimpin pasar bahan bangunan yang responsif terhadap dinamika kebutuhan regional.
Sebelumnya, SIG telah sukses menguji coba efisiensi bata interlock pada proyek rumah contoh di Ibu Kota Nusantara (IKN) dan wilayah Bambu Apus, Jakarta Timur. Hasil pemantauan menunjukkan penggunaannya memberikan hasil optimal, dari segi kecepatan pengerjaan maupun kualitas akhir bangunan.
Vita menekankan, penggunaan semen hijau dalam produk SIG mengandung tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) di atas 90 persen dan emisi karbon 38 persen lebih rendah. Melalui inovasi ramah lingkungan, Semen Indonesia tidak hanya memacu pertumbuhan industri domestik tetapi juga aktif berkontribusi pada pelestarian lingkungan global.







