Strategi Hadapi Kebijakan AS, Indonesia Perlu Mencari Ekuilibrium Baru

oleh -451 Dilihat
Ekonom FEB UGM, Muhammad Edhie Purnawan PhD.(Foto: istimewa)

JOGJA, bisnisjogja.id – Indonesia perlu cermat membaca keadaaan dan mencari peluang pasar global yang sedang mengalami volatilitas besar, dengan S&P 500 turun 10,53 persen, Dow Jones 9,26 persen, dan Nasdaq 11,44 persen antara 2-4 April 2025, serta kerugian pasar AS sebesar sekitar $ 5-6,6 triliun.

Pasar Eropa, seperti FTSE 100 turun 6,43 persen dan DAX 6,40 persen, juga terkena dampak. Sementara pasar Asia menunjukkan respons mixed dengan Nikkei 225 turun 5,44 persen.

Volatilitas ini bisa menekan perekonomian Indonesia melalui penurunan permintaan global dan meningkatnya ketidakpastian.

Ekonom dari FEB UGM, Muhammad Edhie Purnawan PhD mengungkapkan hal itu menyoroti kondisi perekonomian global yang terus bergejolak.

Ia mengutip The Economist edisi terakhir yang menyebutkan bahwa kebijakan tarif tidak hanya akan merugikan ekonomi global, tetapi perekonomian AS sendiri.

Konsumen AS akan membayar lebih mahal, serta produsen AS akan menurun daya saing kompetitifnya. Misalnya, saham Nike sudah turun tujuh persen akibat tarif untuk Vietnam.

Penurunan Ekspor

”Kebijakan tarif AS bisa dilihat sebagai langkah untuk mengubah ”payoff matrix” dalam game perdagangan bilateral, memaksa Indonesia untuk menyesuaikan strategi ekspornya,” ujar Edhie.

Menurutnya Indonesia perlu mencari ekuilibrium baru (Nash equilibrium) dengan diversifikasi pasar dan terutama dengan diplomasi ekonomi tingkat tinggi untuk mengoptimalkan benefits di tengah perubahan yang begitu cepat.

”Jadi, meski tarif AS sesungguhnya dirancang untuk menghasilkan pendapatan dan me-leverage negosiasi, dan dengan dampak inflasi minimal jika disertai penyesuaian nilai mata uang,” imbuhnya.

Namun demikian, bagi Indonesia, dampak langsungnya kemungkinan negatif, dengan penurunan ekspor yang signifikan,” jelas Edhie.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.