Sultan: Jaga Stabilitas Harga

oleh -818 Dilihat
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X.(Foto: Humas Pemda DIY)

JOGJA, bisnisjogja.id – ”Kita berada pada titik keseimbangan, antara keberhasilan menjaga stabilitas harga, dan tantangan mempertahankannya di tengah tekanan musiman akhir tahun,” ungkap Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Ia menyampaikan itu pada Rapat Koordinasi Daerah Tim Penngendalian Inflasi Daerah (TPID) di Royal Ambarrukmo Hotel. Pada kesempatan itu ia menyadur data BPS yang menyebutkan inflasi tahunan DIY per Oktober 2025 mencapai 2,90 persen (yoy).

Angka itu masih dalam rentang sasaran nasional dan bukan hanya statistik, tetapi bukti nyata hasil kerja kolektif seluruh unsur TPID dan masyarakat.

Sultan menyinggung menjelang Natal dan Tahun Baru, tekanan inflasi biasanya meningkat karena permintaan komoditas naik sementara pasokan menurun pascapanen. Jika tidak diantisipasi, gejolak harga bisa menekan daya beli masyarakat.

Perkuat Kolaborasi

Sultan minta forum TPID tidak hanya menjadi ajang koordinasi, tetapi juga wadah memperkuat ekosistem kolaboratif antara kebijakan fiskal, moneter, dan sektor riil.

”Kita ingin inflasi terkendali dengan cara yang berkeadilan, yakni harga stabil di pasar, namun petani tetap sejahtera,” pintanya.

Ia juga mengungkapkan pertanian menjadi sektor kunci pengendalian inflasi dan menekankan pentingnya peningkatan efisiensi irigasi, penyimpanan, transportasi untuk menjaga pasokan tetap stabil.

Selain itu, pemerintah daerah menyiapkan delapan langkah strategis menjelang akhir tahun, di antaranya memperkuat cadangan pangan daerah, peran BUMD sebagai penggerak ekonomi pangan, dan perluasan akses kredit pertanian.

”Perlu pula edukasi publik agar masyarakat tidak melakukan pembelian panik serta pengurangan peran perantara agar nilai tambah dapat langsung dinikmati petani. Inflasi dapat ditekan, karena tidak ada spekulasi dan distorsi harga di tengah rantai pasok,” papar Sultan.

Masih Terkendali

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY, Sri Darmadi Sudibyo menambahkan inflasi DIY masih terkendali meskipun sedikit meningkat dibanding bulan sebelumnya.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIY, Sri Darmadi Sudibyo.(Foto: Humas Pemda DIY)

Berdasarkan data BPS, IHK DIY pada Oktober 2025 tercatat mengalami inflasi sebesar 0,42 persen (mtm), naik dari 0,15 persen (mtm) pada September. Secara tahunan, inflasi DIY mencapai 2,90 persen (yoy), lebih tinggi dari periode yang sama tahun lalu (1,57 persen yoy) dan sedikit di atas inflasi nasional.

”Kenaikan harga terutama dipicu kelompok makanan, minuman, dan tembakau, penyediaan makanan dan minuman/restoran, serta pendidikan,” jelas Sudibyo.

Komoditas utama penyumbang inflasi antara lain emas perhiasan, beras, dan kelapa, sementara bawang putih, cabai rawit, dan kangkung justru mengalami penurunan harga.

Ia mengatakan DIY menjadi salah satu provinsi dengan inflasi yang relatif rendah di Jawa dan tetap berada dalam koridor target nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.