JOGJA, bisnisjogja.id – Kehidupan Tiongkok beberapa dekade lalu jauh dari gambaran sekarang. Negara itu pernah mengalami masa-masa sulit dan menderita.
”Tekad, kemauan dan kerja keras membuat Tiongkok akhirnya bisa seperti sekarang. Mereka pernah mengalami fase menderita bersama-sama seluruh negeri,” ungkap pengamat Tiongkok, Direktur Saraswati Institute, Vero Saraswati.
Ia menyampaikan penilainnya dalam pembukaan Indonesia China Partnership Studies (INCHIPS) di Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Rabu (9/10/2024).
Negara Tetangga
Pernah merasakan miskin dan menderita seluruh negeri, kini Tiongkok berusaha membantu negara tetangga. Negara terdekat menjadi prioritas utama.
”Tiongkok menganut prinsip kalau ingin maju ya maju bersama-sama. Jadi negara terdekat, negara tetangga menjadi prioritas untuk maju bersama Tiongkok,” tutur Vero.
Kata kunci negara tersebut yakni meraih kemajuan bersama-sama. Tiongkok tidak akan meninggalkan negara yang berada dalam kawasannya tertinggal.
Kerja Sama
Rektor UAJY Dr G Sri Nurhartanto mengapresiasi kerja sama dengan Tiongkok. Negara itu sudah sangat maju sehingga Indonesia harus bisa mengambil manfaat dari kerja sama termasuk dalam pendidikan.
”Kolaborasi dengan raksasa dunia memang sangat penting. Banyak manfaat bisa kita ambil dari kemajuan Tiongkok yang luar biasa,” ujar Nurhartanto.
Kampus UAJY terus mendorong kerja sama dengan berbagai pihak terutama negara maju seperti Tiongkok. Ini penting untuk mewujudkan Indonesia sebagai bagian dari negara maju.





