JAKARTA, bisnisjogja.id – Perusahaan logistik J&T Express mempercepat penguatan ekosistem logistik dan e-commerce nasional. Hal itu guna merespons tren perdagangan bilateral Indonesia-Tiongkok yang mencapai USD 135 miliar.
Langkah strategis tersebut bertujuan memperkokoh posisi Indonesia sebagai pusat pertumbuhan ekonomi digital di Asia Tenggara.
Baru-baru ini, J&T Express menyelenggarakan program industry visit dan konferensi dengan menggandeng China Apparel Logistics Association dari China Federation of Logistics & Purchasing (CFLP).
Inisiatifnya, mempertemukan perusahaan-perusahaan terkemuka asal Tiongkok dengan pelaku industri lokal untuk mendalami potensi pasar Indonesia.
Membantu Perusahaan Internasional
Komisaris J&T Express, Iwan Senjaya, menjelaskan perusahaan berkomitmen menyediakan infrastruktur logistik dan inovasi solusi pengiriman untuk membantu perusahaan internasional mengakses peluang dalam negeri.
”Kami siap mendukung pertumbuhan ekonomi digital Indonesia dengan meningkatkan solusi logistik nasional dan mendorong kerja sama dengan perusahaan berskala global,” ujar Iwan.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, sejumlah raksasa ritel asal Tiongkok seperti Mercury Home Textiles, Bosideng, Xtep, Lancy, hingga Urban Beauty. Mereka mengunjungi fasilitas operasional J&T Express, mulai dari drop point hingga pusat sortir.
Kunjungan bertujuan memberikan gambaran langsung mengenai kesiapan rantai pasok dalam mendukung distribusi barang di sektor fesyen, kecantikan, hingga tekstil.
Sekretaris Jenderal CFLP, Shi Wei, menyambut positif kolaborasi. Ia menilai pasar Indonesia menawarkan pertumbuhan yang menjanjikan bagi ekspansi bisnis di kawasan regional.
Ia berharap sinergi dua negara mampu menciptakan efisiensi rantai pasok yang saling menguntungkan.





