Wisata Njeron Beteng, Nikmati Keindahan Perkampungan Lawas

oleh -653 Dilihat
SITUS KUNO: Wisatawan mengunjungi Gedong Ledoksari di Kawasan Situs Garjitawati.(Foto: istimewa)

JOGJA, bisnisjogja.id – Setelah melakukan uji coba sebanyak dua kali, Forum Komunikasi Pokdarwis Kemantren Kraton (FKPKK) Kota Yogyakarta, untuk pertama kali menerima kunjungan wisatawan domestik (wisdom).

Paket wisata yang diambil wisatawan tersebut adalah bersepeda keliling ”Njeron Beteng” sekaligus menikmati bangunan cagar budaya dan belajar jemparingan, (Sabtu, 14/02/26).

”Wisatawan yang mengikuti paket wisata tersebut sebanyak delapan orang”, jelas Koordiator FKPKK, Rahadyan Chandra.

Jelajah wisata bersepeda dimulai dan berakhir di Ndalem Pakuningratan, Kadipaten. Dari ndalem tersebut peserta menuju Masjid Sela, Panembahan. Masjid Sela merupakan salah satu masjid tertua di Jogja.

Berstatus kagungan ndalem, masjid ini dibangun pada era Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat pertama, Sri Sultan Hamengku Buwono I.

Menyusuri Perkampungan Lawas

Peserta menyusuri kampung Langenastran dan Suryoputran, Dari Masjid tersebut peserta menyusuri Beteng Baluwarti sisi timur menuju Namburan Lor, Panembahan untuk mencoba dan berlatih jemparingan.

”Dari tempat jemparingan, peserta menuju Ndalem Mangkubumen, Kadipaten”, jelas Marshall Gowes, Yoyok Suhartoyo.

Rute yang ditempuh, dari Namburan Lor menuju Alun-Alun Utara melewati Plengkung Wijilan. Dilanjutkan menuju Kadipaten Lor dengan menyusuri Beteng baluwarti sisi barat. Di Ndalem Mangkubumen, peserta mencoba dan berlatih untuk melipat/mewiru kain jarik.

BELAJAR WIRU: Salah satu aktivitas wisatawan ”Njeron Beteng” belajar membuat wiru.(Foto: istimewa)

”Dari pengalaman mewiru kain jarik, peserta kami arahkan menuju Gedhong dan Pasiraman Garjitawati di selatan Komplek Taman Sari,” jelas Chandra.

Situs tersebut dibangun oleh Sultan Hamengku Buwono I pada tahun 1757. Di tempat tersebut, wisatawan memperoleh penjelasan terkait dengan sejarah bagunan peninggalan budaya.

Pengalaman Tak Terlupakan

”Pengalaman wisata di wilayah Njeron Beteng selama tiga jam sungguh luar biasa,” ungkap salah satu wisawatan dari Jakarta.

Ia dan teman-temannya menilai wisata Njeron Beteng punya alternatif selain Kraton, Taman Sari dan Pasar Ngasem. Bangunan cagar budaya dan aktivitas seperti jemparingan dan melipat/mewiru kain dapat menjadi daya tarik wisata unggulan.

”Potensi wisata Njeron Wisata layak dikembangkan menjadi paket wisata yang berdaya tarik tinggi dan layak dijual,” jelas Chandra yang juga Ketua Pokdarwis Kadipaten. Menurutnya, aktivitas seperti membatik, jumputan, ngapem, suguhan minum teh, bregodo kampung, kerawitan dan tarian.

Ia menambahkan, FKPKK berusaha menyusun paket wisata ”Njeron Beteng” serta mempromosikan ke wisdom dan wisatawan mancanegara (wisman).

”Ke depan FKPKK akan berkolaborasi dengan pemangku kepentingan baik Keraton, Dinas Pariwisata, Jasa Pariwisata dan Kampung Wisata agar paket wisata yang ada semakin dikenal luas serta peminatnya meningkat,” harap Candra.

No More Posts Available.

No more pages to load.