JOGJA, bisnisjogja.id – Badan Pusat Statistik DIY mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara atau wisatawan asing ke Indonesia. Mereka tercatat melalui Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) pada November 2025 sebanyak 8.005 kunjungan.
Pelaksana Tugas Kepala BPS DIY, Herum Fajarwati, menjelaskan secara bulanan jumlah tersebut mengalami penurunan 8,12 persen. Namun, secara tahunan justru meningkat 18,98 persen.
”Secara kumulatif, kunjungan wisman melalui Bandara YIA selama Januari–November 2025 menurun 1,89 persen,” jelasnya.
Dominasi Negara Asal Wisatawan
Berdasarkan kebangsaan, wisman asal Malaysia masih mendominasi dengan 3.538 kunjungan. Secara tahunan, jumlahnya tumbuh 15,17 persen meski secara bulanan turun 3,25 persen.
Posisi berikutnya Singapura dengan 1.181 kunjungan, naik 12,48 persen secara bulanan dan 8,95 persen secara tahunan. Sementara itu, wisman asal Jepang tercatat 187 kunjungan dengan pertumbuhan bulanan 0,54 persen dan lonjakan tahunan 62,61 persen.
Berdasarkan kawasan, wisman asal ASEAN masih mendominasi dengan total 5.878 kunjungan, kemudian Eropa sebanyak 1.006 kunjungan.
Pergerakan Wisatawan Nusantara
Pergerakan wisatawan nusantara dengan tujuan DIY pada November 2025 mencapai 3,11 juta perjalanan. Angka itu meningkat 1,68 persen secara bulanan dan 7,65 persen secara tahunan.
Dari total tersebut, perjalanan intraprovinsi mencapai 1,30 juta perjalanan atau 41,91 persen. Perjalanan antarprovinsi tercatat 1,81 juta perjalanan atau 58,09 persen.
”Wisatawan nusantara adalah WNI yang melakukan perjalanan di luar lingkungan sehari-hari namun masih di dalam wilayah Indonesia,” jelas Herum.
Wisatawan Lokal Naik
Secara kumulatif, jumlah perjalanan wisatawan lokal selama Januari–November 2025 mencapai 36,72 juta perjalanan, naik 7,09 persen dibandingkan tahun lalu.
Hampir seluruh kabupaten/kota mengalami kenaikan perjalanan secara bulanan, kecuali Kabupaten Sleman. Kota Yogyakarta mencatat kenaikan tertinggi sebesar 5,44 persen.
Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang pada November 2025 meningkat 3,70 poin secara bulanan, meski turun 2,28 poin secara tahunan. Sementara TPK hotel nonbintang naik 0,30 poin secara bulanan, namun turun 1,35 poin secara tahunan.
Jumlah tamu yang menginap pada akomodasi komersial tercatat 712.957 orang, meningkat 0,52 persen dibandingkan Oktober 2025. Dari total tersebut, 67,26 persen menginap di hotel berbintang dan 32,64 persen di hotel nonbintang.





